Showing posts with label Cerita Horor. Show all posts
Showing posts with label Cerita Horor. Show all posts

Cerita Horor: Ada Setan Di Masjid By Antoni Munte

CERITA HOROR: ADA SETAN DI MASJID 
Penulis: Antoni Munte

Hari ini cuaca panas sekali matahari bersama garang memuntahkan sinarnya tidak dengan memperdulikan manusia-manusia yg menyeringai karenanya. Dgn satu buah sapu tangan kulap keringat yg membasahi wajahku, kulihat jam tanganku pukul 12.45 kala sholat dzuhur sudah tiba. Saya bergegas menuju mesjid utk sholat sekaligus area buat berteduh sesudah seharian menjajakan barang asonganku. 

Seperti biasa kuletakkan barang daganganku di halaman mesjid & menuju kamar mandi buat berwudhu. Siraman air sumur yg dingin menyegarkan wajahku yg sejak pagi tidak terkena siraman air tidak cuma air keringat. Sesudah menyelesaikan wudhu saya kembali ke mesjid buat sholat. Didalam mesjid satu orang perempuan memanfaatkan kerudung yg menutup semua bidang tubuhnya sedang duduk dgn satu buah al qur’an berada cocok dihadapannya. Dari bibirnya ke luar alunan bacaan ayat-ayat suci yg pun biasa saya baca. Harusnya ayat-ayat suci yg dia baca bukanlah menciptakan saya tertegun atau merasa tidak serupa. Tapi lantaran alunan ayat-ayat itu ke luar dari bibir perempuan itu menyentuh hatiku. Kunikmati tiap-tiap lafaz ayat suci yg dirinya alunkan tidak dengan sadar air mataku menetes. Tidak Dengan terasa 15 menit saya mendengarkan perempuan itu membaca Qur’an. Sungguh perempuan ini amat beruntung hamba allah yg sholehah.

Setelelah selesai membaca al Qur’an wanita itu berdiri dan kemudian sholat. Kuamati setiap gerakan sholatnya dari takbiratul ikhram sampai salam. Selesai sholat aku melihat ia mengangkat tanngan sejajar bahu seraya membuka kedua telapak tangannya, ia seperti mengatakan sesuatu tapi aku tidak mendengar jelas apa yang ia ucapkan dan terkadang air matanya menetes membasahi wajahnya.

Selesai sholat wanita itu membuka kerudung yang dikenakannya lalu keluar dari mesjid aku tertegun wajahnya cantik sekali, mungkin tak ada satupun wanita secantik ia yang pernah aku lihat sebelumnya bidadari pikirku dalam hati tapi saat aku ingin memperjelas melihatnya wanita itu berbalik kemudian pergi meninggalkan mesjid dari pintu yang disebelahnya. Aku tahu kalau ia bukan masyarakat sekitar mesjid soalnya sudah lama aku selalu sholat di mesjid ini kalau pun ia mungkin baru pulang dari merantau.

Setelah selesai sholat aku kembali menjajakan barang daganganku diantara orang-orang yang lalu lalang di perempatan jalan. Tanpa terasa hari sudah mulai galap kukemasi seluruh barang-barangku tepat pukul 19.00 aku tiba di rumah kuletakkan barang-barangku didalam kamar kost ku kemudian sholat maghrib.

Cerita Horor: Ada Setan Di Masjid By Antoni Munte

Cerita Horor Lainnya: Kumpulan Cerita Horor

Selesai makan malam aku menghitung uang yang aku peroleh tadi siang dan menghitung barang dangangan yang akan ku beli besok pagi sebelum aku pergi berjualan. Hari ini aku mendapat laba hanya sedikit tidak seperti hari-hari biasanya dan mungkin karena banyaknya orang-orang orang yang menjadi pedangan asongan karena sulit untuk mencari kerja.

Kurebahkan tubuhku dan memejamkan mata ntah kenapa kejadian tadi siang melintas dalam pikiranku wajah wanita itu seakan menjelma dalam anganku, mungkinkah aku suka padanya atau mungkin hanya rasa kagumku yang berlebihan, sungguh dia wanita yang berbeda dan sangat jarang di zaman sekarang ini. Aku selalu berpikir tentang orang-orang yang dekat dengannya orang-orang yang selalu membuatnya tertawa terutama kekasihnya sungguhlah ia beruntung mendapatkan gadis yang cantik dan sholeh.

Keesokan harinya aku lebih awal ke mesjid dari biasanya dan berharap aku bisa bertemu dengannya lagi tetapi sampai waktu dzuhur selesai wanita itu tak muncul-muncul. Aku merasa bodoh mengapa aku harus berharap bertemu dengannya pada hal aku sama sekali tidak mengenalnya dan aku juga nggak pernah melihatnya. Hari berikutnya aku juga tidak berjumpa dengan wanita itu lagi berhari-hari dan bahkan sebulan aku tak pernah melihatnya lagi dan setiap orang yang aku tanya tidak pernah tau siapa wanita yang sholat di mesjid pada waktu itu.

Hasilnya saya meraih penjelasan dari orang sepuh yg berada dimesjid kelihatan terang bila dia sudah berumur lanjut rambutnya berwarna putih bersama jenggot yg menghiasi wajahnya yg telah keriput, berkulit putih bersih juga mengenakan jubah yg pun berwana putih, dia mengemukakan bahwa perempuan yg saya tonton kepada diwaktu itu yakni penunggu mesjid, beliau serta menyampaikan bahwa perempuan itu akn menampakkan & sholat & membaca Qur’an ketika mesjid sedang sepi & kala saat sholat tiba tetapi perempuan itu amat sering menampakkan dia kala menjelang maghrib. Bila beliau nampak terhadap siang hri barangkali sesuatu dapat berlangsung di mesjid atau sesuatu dapat berlangsung kepada orang yg melihatnya terkadang sesuatu perihal yg baik & terkadang perihal jelek. Mendengar penjelasan penjaga mesjid itu bulu kudukku berinding, saya tanya berarti yg kulihat itu see taaan? saya menonton sekeliling mesjid & ketika saya menoleh lelaki lanjut usia itu menghilang saya bertambah bingung & rasa takut yg teramat teramat. Dalam hatiku berfikir mungkinkah beberapa orang yg sewaktu ini sholat disini yaitu makhluk halus?

Kumpulan Cerita Horor Terbaru

KUMPULAN CERITA HOROR TERBARU

Hidup itu tidak selalmanya lurus dan menyenangkan, terkadang hal yang menyeramkan atau horor juga kita jumpai dalam hidup ini. Bahwa kita di dunia ini yang sering kali kita lihat oleh mata fisik kita hanyalah hidup dengan apa yang kita liat seperti itu. Padahal di balik mata fisik kita yang tidak mampu kita lihat ada suatu kehidupan, hanya saja kita tidak bisa melihatnya. Apa itu? Ihh serammm.....

Alam yang ada di dunia hanya alam fisik yang pasti, namun ternyata ada alam lain yang berdampingan hidupnya seperti kita. Yaitu ALAM GHAIB. Kedengarannya menyeramkan kalau kita menceritakan Cerita Horor ini. Membuat bulu kuduk berdiri dan merinding jadinya.

Kita harus sadar kanapa terjadi hidup yang menyeramkan alias horor, karena kita harus percaya ada dunia lain yang hidup seperti kita di dunia nyata. Mungkin fisik kita tidak bisa merasakan tapi batin dan alam bawah sadar kita bisa merasakan adanya alam ghaib. Dan memang hanya orang-orang yang di luar kenormalan sama seperti kita yang bisa merasakan, melihat dan bahkan bisa masuk ke alam ghaib, dan itu orang-orang pilihan yang memiliki ilmu dan kebiasaan diluar kenormalan seperti kita.

Namun kita sebagai manusia biasa bahkan bukan orang pilihan pun terkadang memiliki cerita horor yang menyeramkan. Maka dari itu jika sahabat DEJAVU memiliki pengalaman dan cerita horor, bolah publikasikan ke situs ini. Seperti cerita horor terbaru dibawah ini:

Kumpulan Cerita Horor Terbaru


Ini cerita horor terbaru yang di kirim oleh para sahabat Dejavu, semoga bermanfaat dan berani membaca ceritanya tanpa rasa takut. Dan jika sahabat memiliki cerita horor atau cerita lainnya, segera kirimkan ke situs ini melalui Menu KIRIM CERITA dan ikuti petunjuk dan ketentuannya.

Terimakasih kepada sahabat Dejavu yang telah mengirim ceritanya “Ceritakanlah Ceritamu, Berbagilah Dengan Orang Lain”.

Cerita Horor: Getah Hidup By M. Nibras Azza A.

CERITA HOROR: GETAH HIDUP 
Penulis: M. Nibras Azza A.

Takdirmu jelas bukan takdirku. Takdirku hanyalah kesunyian diriku yang tak ada satupun orang mengetahuinya. Mungkin ada beberapa orang yang bisa merasakan indahnya dunia ini namun Kehidupanku tak kunjung membaik, hari- hariku biasa saja. Orang-orang melihatku sebagai makhluk yang tak berjiwa, ku hanya dibuang dan diabaikan dalam dunia nyata. Mungkin akulah satu-satunya orang yang mempercayai bahwa suatu saat nanti pasti kita akan merasakan getah dari kehidupan ini. Semua kebaikan pasti berdampingan dengan keburukan yang menghampiri setiap individu. Hidupku ini membawaku sebuah pendapat bahwa setiap orang yang hidup memiliki pengikutnya yang beragam dan merekalah yang menentukan seberapa beruntunglah orang tersebut atau seberapa sial orang tersebut. 

Aku pernah melihat seorang temanku diikuti oleh sosok besar sekali mungkin tingginya 20m. Sosok itu suka memberikan perlindungan ke dirinya, ia menjaga rumahnya, membunuh semua musuhnya, sampai membantu setiap kesulitannya. Walaupun ia adalah anak indigo tetapi ia tidak bisa merasakan kehadiraanya. Hanya orang tertentulah yang bisa melihatnya. Mungkin hanya akulah yang bisa melihatnya. Mungkin untuk mempercayai ini sangat sulit, dan beberapa orang akan memanggilku musyrik. Tetapi ku mengabaikannya. Setiap hari, ku berlaga biasa saja seperti orang-orang biasa. Berdiam diri mungkin pilihan yang tepat, karena dengan bertemu orang-orang ku bisa melihat sosok-sosok yang absurd yang mengikuti di belakangnya. Dahulu aku pernah melihat sesosok makhluk gaib berwarna merah dengan muka berlumuran darah. Sosok ini mengikuti ibu saya setiap hari. Tetapi sosok itu sudah hilang, tak ada lagi yang mengikuti ibuku selain seekor kucing yang setiap hari mengikutinya. Tak ada rasa takut yang menghampiriku setiap melihat ibuku. Diriku tak bisa berubah, hanya ada rasa takut di setiap hari-hariku. 

Pengelihatan ajaibku bermula saat saya duduk dibangku SMP tepatnya kelas 9 SMP yaitu tahun 2001. SMP ku terletak di Jakarta Timur di daerah Lubang Buaya. Sekolah ku dikelilingi oleh pohon karet dan kononnya banyak sekali penampakan-penampakan yang sering menggangu sekolahku. Suatu hari di tengah jam isitirahat, saya dan Badhir bosan dan ingin mencoba hal-hal yang baru. Mungkin karena kita sudah memasuki remaja, kita ingin melakukan hal-hal yang aneh yang tidak membosankan.
“Woy bosan nih.” ujar Badhir.
“Ya udah mau ngapain sekarang,” ucap diriku.
“Terserahlah bosan kalau bisa ajak-ajak yang lain biar serulah,” lanjut diriku.
“Ya udah sana panggil yang lain,” ujar Badhir.

Tak lama kemudian 1 orang temanku datang.
“Oke gimana kalau kita main jalangkung, tapi jangan disekolah, mainnya ditengah hutan karet,” Ya udahlah kalau begitu.
“Ah gw gak ikut, takut, gw mau ke kelas aja. Ya udah lah sampai nanti Sigit, Badhir,” Ucap temanku.
“Takut loe, gak berani, ya udah nanti aja pas pulang sekolah biar greget, kalau bisa udah mau magrib,” Ujar diriku.

Setelah mengikuti pelajaran di sekolah diriku dan Badhir bertemu di depan gerbang sekolah. Ia membawa boneka Leak Bali yang ia temukan di kelasnya. Aku dan Badhir lekas menuju ke belakang sekolah dan berjalan sekitar 200 m dari sekolah. Keadaannya sangat sepi, hanya terdengar suara burung dan serangga-serangga. Konon di hutan ini banyak sekali sosok halus yang absurd dan aneh-aneh wujudnya. Ada yang bertubuh besar setingi 10 m dengan 2 tanduk tertusuk di kepalanya. Manusia berkepala macan, yang disebutnya oleh warga sekitar sebagai siluman, yang selalu mencari mangsa di hutan, Pocong, Kuntilanak, Genderuwo yang berbadan besar dan bongsor dengan taring. Terdapat makhluk yang berukuran sama dengan manusia yang memiliki muka datar dan diselimuti oleh darah, makhluk-makhluk ini hanya sebagian kecil dari makhluk-makhluk yang ada di hutan karet ini. Sesampainya ditengah-tengah hutan kita mulai menaruh boneka itu didepan kita dan selembar kertas dan pensil yang sudah diikat dengan Leak tersebut. Tanpa diduga si Badhir membawa HP nya dan ia langsung memutarkan lagu Lingsir Wengi yang katanya untuk memanggil Kuntilanak. Ia memutar lagu itu sampai habis. Setelah lagu itu selesai kita mulai memainkan jalangkungnya.
“Cepat nyanyi lagunya,” ujar Badhir.

Dengan serentak kami berdua menyanyikan lagu Jalangkung itu.
Jelangkung jelangsat
Di sini ada pesta
Pesta kecil-kecilan
Jelangkung jelangsat
Datang tidak diundang
Pergi tidak diantar


Cerita Horor: Getah Hidup By M. Nibras Azza A.

Cerita Horor Lainya: Kumpulan Cerita Horor

Setelah menyanyikan lagu itu Leak itu bergerak kesana kemari, kami pun memegangnya dengan sangat keras. Kami pun mulai menanyakan pertanyaan ke Leak tersebut yang sudah dirasuki oleh makhluk gaib.
“Assalammualaikum, kami disini tidak mau menggangu tapi kami hanya ingin berinteraksi dengan dunia kalian,” Ujar saya.
“Siapa nama anda,” ujar diriku.

Leak tersebut menulis dengan sendirinya lalu ia menulis namanya Silawarti. Tak sempat menanya banyak hantu ini merasuki Badhir. Aku pun panik tetapi berusaha untuk tenang. Lalu aku pun mulai menanyakan beberapa pertanyaan.
“Mengapa kamu bisa disini,” ucap diriku

Badhir menjawab dengan tubuh dirasuki “Aku dibunuh setelah diperkosa oleh lelaki jahanam yang tak tahu diri.”

Baru saja menanyakan pertanyaan kedua, makhluk gaib itu keluar dari Badhir. Badhir pun lemas tetapi masih sanggup untuk berdiri. Tiba-tiba Leak itu meledak.
“Gila!!!!! Meledak tuh Leak.” 
Kita berdua lari ke arah sekolah, dan ditengah pelarian. Kami berdua dikelilingi oleh makhluk-makhluk gaib yang abstrak. Ada 5 Genduruwo disekitar kita dengan Pocong dan Kuntilanak. Mereka semua berbadan besar dengan dilumuri oleh darah. Genduruwo tersebut bermuka Leak, matanya melotot dengan taring menjulur keluar dan tanduk menusuk di kepalanya. Kami berdua panik dan tidak bisa apa-apa. Lalu kami berdua lari saja tanpa melihatnya, kami berdua mulai membaca doa yang kami ingat, semua doa yang kami ingat dibacakan satu per satu. Tetapi makhluk gaib tersebut tidak mau hilang. 

Kami pun dengan berpikiran kosong langusng berlari sekencang-kencangnya menuju gerbang sekolah. Sekitar 10 menit berlari kita sampai di sekolah dan bertemu dengan satpam sekolah.
“Sudah jam 5 sore, sana pulang cepat! Gerbang sudah mau ditutup!” suara lantang dari si satpam.
“Ia pak, kita akan keluar,” ujar Badhir.
“Badhir gw nginap dirumah loe dulu, dirmah gw gak ada orang semuanya pada ke luar kota dan gw ketakutan habis main jalangkung,” Ucap diriku.
“Oke nggak apa-apa, loe tidur dirumah gw aja sampai besok.”

Kami pun pulang menggunakan Kopaja ke arah Tebet. Sesampainya dirumah Badhir saya langsung tidur dan berusaha untuk melupakan semuanya yang sudah terjadi. Keesokan paginya diriku menjadi aneh, merasa berat di kepala dan kupaksakan diriku untuk bersekolah bersama Badhir. Sesampainya disekolah ku melihat gendurowo yang kulihat dihutan. Aku pun pingsan dan langsung dibawa ke klinik sekolah.

Setelah 1 jam tertidur aku pun bangun dengan kepala pusing dan berkunang-kunang.
“Ada apa Sigit,” ujar guruku.
“Tadi pagi waktu saya masuk ke gerbang sekolah, saya melihat genduruwo besar sekali dan menyeramkan.”
“Gak mungkin ada kan disini bersih, semua makhluk gaib sudah dihilangkan. Buktinya di kelas 7A ada anak indigo. Ia sering melihat hantu di belakang sekolah tapi ia tidak pernah melihat hantu di sekolah. Katanya hantunya tidak berani masuk ke lingkungan sekolah, hanya berani di hutan karet belakang sekolah kita,” ujar guruku.

Pada saat inilah aku percaya bahwa diriku bisa melihat hantu melebihi orang-orang indigo. Mungkin hanya khyalan, tetapi saya yakin ini sungguh benar terjadi kepada diriku. Ilmu yang melebihi orang-orang. Mungkin diriku yang sial, karena Badhir tidak kenapa-kenapa.
Mungkin ini sebuah getah yang menempel di diriku. Rasa penasaranku membawaku menemui malapetaka. Mungkin hanya diriku yang memiliki ilmu lebih dari indigo.
Setelah beberapa tahun, saya muak dengan penglihatan ini saya berusaha untuk menghapus pengelihatan ini dengan cara apapun hingga akhirnya aku bertemu teman SMP ku Badhir, yang bersedia untuk menolongku.
“Dhir nanti ketemuan di rumah gw, gw mau ngomongin sesuatu sama loe.” diriku memberi pesan singkat ke Badhir.
“Ya udah jam 10 pagi, nanti gw bawain pak ustad yang katanya ahli dalam menghilangkan pengelihatan dunia lain.” balas Badhir.
“Ya sudah, semoga berhasil,” Ku membalas.

Setelah 2 jam menunggu Badhir pun datang dengan pak ustad.
“Assalamuaikum.”
“Waalaikumsalam, silakan duduk.”
“Iya makasih” jawab Badhir.
“Jadi apa keluhannya, katanya kamu bisa melihat makhluk gaib yang tidak semua orang bisa dan orang indigo bisa.”
“iya betul pak, bukan sekedar lihat saja, saya bisa merasakan sifat-sifat dari makhluk gaib tersebut dan pengaruh apa yang mereka bawa kepada pengikutnya”. 

“Oh, dulu saya seperti kamu, saya memiliki ilmu melebihi orang indigo, persis seperti kamu. Dulu saya bisa merasakan dan melihatnya. Saya melihat setiap orang pasti ada yang mengikutinya, bisa jin baik atau jin jahat dan jin-jin tersebut bisa mempengaruhi hidup orang tersebut jika mereka tidak memiliki iman yang kuat. Jin-jin ini beragam-ragam ada yang abstrak, jahat, tinggi, besar, kecil hingga cantik. Jin-jin ini bisa berubah wujud dan terus mengikuti orang yang sama hingga mati. Jika orang tersebut mati, jin tersebut akan mengikuti orang yang lainnya. Hanya imanlah yang bisa menolongmu nak, Iman kepada Allah SWT. Dengan memperkuat iman kamu bisa menghilangkan penglihatan ke makhluk gaib.” Ujar pak ustad.
“Jadi saya harus bagaimana pak?” tanya diriku dengan rasa takut.
“Kau harus masuk pesantren di Bondowoso, seperti saya. Pesantren ini bukan sekedar pesantren biasa. Pesantren ini membawamu ke jalan yang lebih terang dan menghapus semua rasa takut yang ada di dirimu. Semua murid-murid di pesantren ini memiliki kasus yang sama sepertimu. Saya sarankan untuk pergi ke pesantren Al Nahdlatin di Bondowoso dan tinggal untuk 3 tahun. Kau harus meninggalkan semua kesibukan di Jakarta jika kau mau selamat. Karena jika dibiarkan begitu saja kau akan bisa melihat hal-hal yang lebih gila.” Tutur pak ustad.
“Oh begitu, kalau begini saya pikir-pikir dulu.”
Ya sudahlah saya mau pulang, karena masih ada urusan lagi,” ucap Badhir.

Pak ustad dan Badhir meninggalkan rumahku dan keadaan menjadi hening. Keputusan ada ditanganku apakah aku ingin menderita untuk seumur hidupku atau menderita selama tiga tahun meninggalkan semua kesibukan.

Seminggu setelah memikirkan baik-baik akhirnya ku membuat keputusan yaitu aku akan pergi ke Bondowoso dan melakukan semua ucapan pak ustad yang mengunjungiku seminggu yang lalu. Diriku merasa pesimis dan merasa tidak yakin dengan apa yang dikatakan pak Ustad.

Keesokan harinya aku bersiap-siap, memasukan semua bajuku untuk persedian tiga tahun kedepan karena di pagi hari aku akan berangkat. Saat magrib tiba ku berkunjung ke rumah Pak Ustad yang memberikan penerangan ke diriku. Ku meminta restu agar selamat di jalan dan semua berjalan dengan lancar.

Pukul 3.00 WIB aku sudah ada di terminal Kampung Rambutan Ku menunggu bus jurusan Jakarta- Bondowoso. Dengan membayar Rp.75.000,- ku siap menempuh perjalanan selama 2 hari. Selama di bus ku hanya bisa membaca buku dan tidur.

Setelah 2 hari perjalanan akhirnya ku sampai di Bondowoso Ku mencari angkot berwarna hijau yang akan membawaku ke Pesantren Al Nahdlatin dan dilanjutkan dengan menaiki ojek selama 2 jam. Setelah menaiki ojek ku turun dan berjalan selama setengah jam karena pesantren ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan apapun. Sesampainya disana aku langsung disambut oleh pemilik Pesantren ini.
“Apakah kamu yang bernama Sigit?” Tanya Pak Amin.
“ Ya… betul..,.” dengan rasa tegang menjawab pertanyaannya.
“Ngomong-ngomong bapak tau nama saya dari mana?”
“Oh saya tau dari Ustad Paino yang di Jakarta. Katanya ia mau mengirimkan seseorang ke sini. Kamu bisa memanggilku dengan Pak Amin atau Ustad Amin.” ujar Pak Amin.
“Sekarang saya kasih kamu kamar, mungkin kamar ini tidak sebagus di Jakarta. Disini ada 30 santri seperti kamu, yang memiliki kasus yang sama seperti kamu. Disini kita Sholat berjamaah dan melakukan semua perintah Allah dengan benar, ikhlas dan berusaha menjauhi semua larangan-larangan Allah. Sekarang kamu istirahat dulu, nanti kita sholat Magrib berjamaah,” ucap Ustad Amin. 

Senja pun tiba, Saya bergegas untuk pergi ke masjid. Di sana semua orang berkumpul dan melakukan sholat Magrib berjamaah. Tak disangka-sangka ku bertemu teman baru yang lebih tua dibandingkan saya. Seperti Ajiono, Ambar, Brata dan masih banyak yang lain. Kita mengobrol sampai adzan Isya berkumandang. Setelah saya melaksanakan sholat Isya kita membaca Al-Quran selama 1 jam. Tiba-tiba mereka semua bergegas keluar masjid dan saya pun ikut keluar. Mereka semua bergegas menuju hutan dibelakang pesantren secara menyebar. Diriku panik dan akhirnya ku bertemu dengan Pak Amin.
“Pak ada apa ini?” ujar diriku dengan jantung berdebar.
“Nanti kamu akan seperti itu, ini merupakan pelatihan untuk kita semua yang bertujuan untuk menghilangkan pengelihatan kita terhadap hal-hal gaib. Mereka akan bersemedi ditengah-tengah hutan secara terpencar. Mereka harus pergi dari area pesantren minimal 2 KM. Disana mereka akan diam dan mencuci otaknya selama 3 jam. Mereka akan melakukannya untuk dua kali sehari 4 jam setelah subuh yang dimulai pada pukul 6.000 dan 3 jam setelah Isya yang dimulai pada pukul 20.00 sampai 23.00. Nanti kamu akan terbiasa dan lama kelamaan pengelihatanmu terhadap hal gaib akan pudar. Besok kita akan mulai kegiatannya.”
“Terima kasih atas penjelasannya,” ujar diriku.
“Sama-Sama.” 

Keesokan harinya ku bangun pukul 4.00 dan bergegas melaksanakan sholat Subuh. Setelah melakukan sholat subuh ku menghampiri Pak Amin.
“Sudah siap?” tanya Pak Amin.
“Siap pak,” dengan rasa tegang.

Kemudian ku dibawa oleh Pak Amin kedalam hutan tersebut. Baru saja menginjakan kaki di hutan tersebut ku langsung merasakan dan melihat hal-hal aneh dan gaib. Ku melihat seseorang tanpa kepala sedang berjalan kesana-kesini untuk mencari kepalanya. Saya melihat 10 kepala terbang kesana kemari tanpa arah. Terdapat ibu-ibu yang menjerit kesakitan. Jeritannya jelas terdengar sampai kedalam otak saya. Terdapat Siluman Macan dan Babi Ngepet yang sedang berjalan persis disebelahku. Ku melihat sebuah kerajaan yang sangat besar yang dijaga oleh 2 raksasa yang tingginya sekitar 30 m dengan taring keluar, mata melotot dan badan dilumuri oleh darah terutama dibagian tangannya. Ku bisa merasakan bahwa didalam kerajaan itu terdapat makhluk-makhluk yang lebih abstrak. Tetapi yang paling jelas terlihat adalah Kuntilanak berwarna merah sedang menunggu di pohon sebelahku. Kuntilanak ini memiliki lubang di punggungnya dengan tinggi 5m. Ku tidak bisa tahan dengan hal-hal disekitar ini. Bau amis yang melekat dan makhluk-makhluk gaib di hutan ini akan ku hadapi selama 3 tahun. Pak Amin memaksa ku untuk tetap tahan dan ia menyuruh ku duduk di depan raksasa itu. Ku berusaha tenang, Pak Amir hanya duduk disebelahku.
“Kosongkan pikirinmu, jangan rasakan, jangan ikuti perintah mereka. Kau adalah makhluk yang sempurna.” Pak Amin membisikanku.
“AHHHHHHH!” ku berteriak sangat kencang melepaskan semua rasa takut ku.
“Tidak apa-apa coba kosongkan pikiranmu,” kata Pak Amin.

Setelah berusaha untuk mengosongkan pikiran, dengan mata ditutup saya tidak merasakan apapun. Tidak sedikit apapun. Ku tak berani membuka mataku karena ku yakin pengelihatanku masih berjalan. Tiga jam tak berjalan dan tiba-tiba Pak Amin menyampariku.
“Sigit sudah selesai,” ujar Pak Amin.
“Cepat sekali ku tak merasakan apapun. Mungkin pertamanya saja ku merasakan ketakutan tetapi setelah mengosongkan pikiranku, diriku tak merasakan apapun.” 

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun ku tak berasa sudah 3 tahun sudah ada di pesantren ini. Hari demi hari pengelihatan ku semakin menurun, sekarang ku hanya bisa mendengar hal-hal gaib tetapi tidak bisa merasakannya dan melihatnya. Ku merasa berterima kasih kepada Pak Amin dan akhirnya ku memutuskan untuk pulang pada tanggal 27 September 2012, 5 hari sebelum Lebaran. Diriku sudah bersih dari noda-noda hal-hal gaib.
“Pak Amin besok saya akan pulang ke Jakarta. Saya merasakan manfaatnya sekarang saya sudah seperti orang biasa saja,” Ujar diriku.
“Sama-sama, saya juga berterima kasih kepada kamu. Tetapi saya mempunyai satu pesan untukmu,” ujar Pak Amin.
“Apa itu?”
“Sesampainya di Jakarta kamu harus pergi ketempat dimana kau bisa mendapatkan pengelihatanmu. Karena ku yakin pengelihatanmu bukan dari lahir. Kamu akan ketempat dimana kamu mendapatkan pengelihatanmu ini dan meminta maaf dengan membaca Ayat Kursi.” 
“Kalau begitu saya akan laksanakan perintah anda,” ujar diriku.

Keesokan hari pun tiba, ku pamit ke semua santri yang ada di pesantren ini dan kepada Pak Amin. Ku menempuh perjalanan yang sama. 
Setelah 2 hari perjalanan, akhirnya ku sampai di Jakarta yang disambut oleh Badhir. Ku langsung pulang ke rumah dan menaruh barang-barang di rumah. Ku ajak Badhir ke tempat dimana kita bermain jalangkung dibelakang sekolah kita di Lubang Buaya. Walaupun sekolahnya sudah tiada ku mempunyai firasat bahwa hutan tersebut masih ada. Kita pun masuk kedalam hutan itu dan langsung membaca Ayat Kursi dan tiba-tiba diriku merasa lega. Semua beban di diriku keluar. Ku merasa bahwa diriku mempunyai jiwa yang baru dan hidup yang lebih baik.

Tamat

Cerita Horor: Situs Kematian By Intan Hanana

CERITA HOROR: SITUS KEMATIAN 
Penulis : Intan Hanana

Bukankah kematian seseorang hanya Tuhan yang tahu? lantas jika kau tahu kapan dan dengan cara apa kau dipanggil menghadap-Nya lewat sebuah ramalan, akankah kau percaya?
Jantungku berdetak cepat mengingat semua itu. Kematian Alexa dan Stevi menurutku cukup membuktikan kebenaran ramalan situs tersebut. Berarti tak lama lagi kematian akan segera menjemputku dengan cara... ah aku merinding membayangkan penyebab kematianku yang diramal situs sialan itu. Aku tak habis pikir bagaimana sebuah situs internet dapat meramal dengan begitu tepat tanggal dan cara kematian itu datang.

""Hei lihat! situs ini bisa meramal kapan kita meninggal,"" seru Stevi. 
""Oh ya,"" kataku sambil tetap membaca sebuah novel.
""Jasmine, coba lihat sini,"" panggil Stevi. Aku melipat salah satu halaman novel sebelum menutupnya. Lalu menghampiri Stevi dan Alexa.
""Menurut situs ini aku akan meninggal tanggal 1 April 2014, tiga bulan lagi akibat tertabrak kereta api,"" kata Stevi mengernyitkan dahinya kemudian tertawa, dasar aneh. Mungkin ia baru menyadari kalau semua itu hanyalah lelucon. Kemudian ia menyuruh Alexa mencobanya. Menurut situs itu Alexa akan meninggal tiga bulan setelah Stevi, 1 Juli 2014 akibat terbakar. Berbeda dengan Stevi, kulihat wajah Alexa berubah pucat.
""Tenanglah Al, semua hanya lelucon. Kematian tetaplah menjadi rahasia Tuhan,"" kataku. Giliran aku mencobanya. Setelah memasukan tanggal lahirku dan lainya di form yang disediakan, aku menekan enter. Disana tertulis aku akan meninggal pada tanggal 31 Desember 2014 akibat dibunuh? seketika suasana hening. Aku memandang Stevi dan Alexa bergantian.
""Oh shit! ayolah semua hanya lelucon hahaha,"" kataku memecah keheningan.
""Oke, sesi horor-hororan sudah selesai. Saatnya kita tidur.""

Seperti itulah awal dari semua mimpi buruk ini. Lebih tepatnya lelucon yang berakhir tragis. Kenapa? karena saat itu aku sama sekali tak percaya akan ramalan itu. Yang benar saja, apa situs itu milik Tuhan? dan Tuhan memberitahu kapan kematian itu datang lewat situs milik-Nya? ya aku tahu itu semua memang tak masuk akal. Sampai aku berbalik mulai mempercayainya sedikit demi sedikit.

1 April 2014, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana tubuh langsing Stevi dihantam kereta api listrik. Bahkan potongan kepalanya menggelinding dan berhenti tepat di kedua kakiku. Butuh waktu cukup lama bagi polisi untuk mengumpulkan potongan tubuh Stevi yang hancur. Malam sebelum kejadian mengerikan itu, Stevi datang kerumahku untuk mengembalikan beberapa barang yang dipinjamnya. saat itu kulihat wajahnya yang lesu tidak seperti biasanya yang centil dan enerjik.
""Vi, apa kau baik-baik saja?""
""Ya,"" jawabnya singkat tanpa memberi ekspresi apapun. Kemudian ia pamit. Saat itu aku tak ingat bahwa besok 1 April, walau aku tahu pun aku akan biasa menaggapinya. Sebab aku memang sudah mulai melupakan ramalan situs kematian itu. 

Cerita Horo: Situs Kematian By Intan Hanana

Perlu aku beritahu, yang paling terpukul atas kematian Stevi adalah Alexa. Karena ia menyadari kematian sedang menghitung mundur. Hampir setiap malam Alexa menelponku sekedar curhat akan kegelisahannya. Sebisa mungkin aku mencoba menenangkan sahabatku itu.
""Bagaimana aku bisa tenang Jes? Stevi tewas persis di tanggal yang diramal situs itu.""
""Mungkin itu hanya kebetulan, Sedangkan takdir sudah memilih Stevi meninggal saat itu.”
""Engga, situs itu benar. Sebentar lagi aku mati. Aku belum mau mati Jasmine... aku belum mau mati..."" Alexa terdengar histeris, kemudian sambungan telepon terputus. Saat itu aku merasa perlu untuk menemuinya. Alexa bisa dibilang memiliki kehidupan yang hampir sempurna. Ia terlahir dari keluarga kaya. Ayahnya seorang pengusaha sedangkan ibunya hanya dirumah mengurus Alexa dan adik laki-lakinya. Keluarga yang harmonis bukan? meski tak terlalu pintar, ia dapat dengan mudahnya masuk di perguruan tinggi swasta yang terkenal dibandingkan denganku yang hanya mengandalkan beasiswa. Saat aku memasuki kamarmya yang luasnya dua kali dari kamarku. Aku melihatmya sedang tersudut di sudut kamar. Melihat dirinya yang begitu takut akan kematian, aku berpikir kalau saja ada yang menjual obat hidup abadi, ia pasti sudah membeli berapapun harganya.

1 Juli 2014, aku mendengar kabar Alexa tewas. Ia terjebak di dalam gudang belakang rumahnya yang terbakar. aku memang tak melihat jasadnya, tetapi kata salah satu pembatu yang bekerja di rumah Alexa, tubuhnya sudah tak dapat dikenali sebab seluruhnya hangus. Sial, sepertinya aku mulai mempercayai ramalan situs itu. Rasa takut perlahan mulai menyelimutiku. Tapi tunggu, bukankah kematian memang pasti akan datang dan kita harus siap kapanpun kematian menjemput kita? Salah satu ketakutan kita akan kematian mungkin karena kita belum siap meninggalkan apa yang kita milikki. 

""Ibu lihat akhir-akhir ini kamu sering melamun, ada apa Jes?"" tanya ibu. Tangannya sibuk meletakan beberapa piring berisi telur dadar dan lauk lainnya untuk makan malam kami. Meski baru pulang bekerja, ibu masih bisa menyiapkan makanan untuk aku dan kedua adikku. Kutatap mata lelahnya. Jika nanti aku mati sesuai ramalan situs itu. Siapa yang membantu ibu bekerja? meskipun aku hanya mengajar privat, tetapi hasilnya cukup untuk sekedar meringankan beban ibu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari juga menyekolahkan Zidane dan Aline. Dulu keluargaku tidak sesusah ini sebelum ayah memutuskan untuk bunuh diri. Karena tertipu bisnis bodong dan uangnya habis dibawa kabur. Aku mengutuki keputusan ayah untuk mengakhirinya hidupnya seperti itu. Disatu sisi banyak orang yang menginginkan agar kematian segera menjemputnya disisi lain banyak juga orang yang sedang mati matian agar bisa hidup lebih lama. Bagi orang yang ingin cepat mati bunuh diri adalah cara yang paling diminati. Tunggu, apa bunuh diri juga termasuk cara kematian yang dipilih Tuhan untuk manusia? atau manusia itu sendiri yang membuat takdirnya? entahlah. 

Saat sedang berjalan ditaman, aku melihat dua orang gadis yang sepertinya masih sma sedang asyik memainkan laptop yang dipangku salah seorang darinya. Aku berdiri berjarak beberapa sentimeter dari mereka. Ternyata mereka sedang membuka situs peramal kematian itu.
""Hei berhenti! jangan kau buka situs itu,"" teriakku spontan. Mereka berdua menoleh kearahku dengan wajah bingung.
""Apa masalahmu?"" tanya gadis berambut pirang dengan sinis.
""Situs itu meramalkan yang sebenarnya."" Mendengar perkataanku barusan. Kedua gadis itu langsung tertawa.
""Jadi, kau mempercayai ramalan situs ini?""
""Tidak... maksudku ya..."" kedua gadis itu saling berpandangan sambil menahan tawanya.
""Di sekolahku sudah banyak anak yang mencoba. Dalam situs ini kita memang diramalkan akan mati muda, tapi semua itu bohong. contohnya temanku yag disebelah ini. Ia diramalkan mati seminggu yang lalu, tapi lihatlah sekarang dia baik-baik saja.""

Jika benar apa yang dikatakan kedua gadis itu, lantas bagaimana menjelaskan kematian Stevi dan Alexa? bukankah situs itu meramalkan kematian mereka dengan sangat tepat?. 

31 desember 2014, hari ini aku beraktivitas seperti biasanya. Setelah pulang dari kampus aku langsung mengajar privat hingga malam. Setelah selesai aku tak langsung pulang kerumah. Aku berhenti di alun-alun kota menikmati kembang api yang saling beradu menghiasi langit malam. Ya ini malam tahun baru. Biasanya aku akan menghabiskan malam tahun baru bersama Stevi dan Alexa, tapi kini aku hanya bisa tersenyum bersama kenangan tentang mereka. Sesuai situs kematian itu aku mati hari ini. Entahlah aku hanya bisa pasrah jika situs itu benar. Hampir tengah malam, aku memutuskan untuk kembali ke rumah lewat jalan terdekat, meski jalan itu terkenal sepi. Entah kenapa aku ingin lewat jalan ini. Padahal selama ini aku tak berani lewat sana apalagi jika sudah malam. Aku melihat jam tanganku yang menunjukkan pukul 23.50. Sepanjang jalan hanya terlihat semak belukar, rumah pun hanya beberapa yang jaraknya berjauhan. Kupercepat langkah kakiku karena barusan aku mendengar derap kaki seseorang, tapi ketika aku menoleh tak seorangpun kudapati diasana. Tiba-tiba seseorang menyergapku dari belakang. Tangan kirinya menutup mulutku dan satu tangannya meletakkan pisau tepat di leherku.

""Diam! jangan bergerak atau kubunuh!"" perintah laki-laki itu. Ia merampas tasku. Aku relakan tas itu. Mungkin lebih baik kehilangan tas daripada nyawaku sendiri. Tapi sayang laki-laki itu menginginkan nyawaku juga. Sebilah pisau itu kini telah menancap di perutku. Mataku membendung air mata menahan sakit saat laki-laki itu menikamku beberapa kali. Setelah itu ia menyeretku ke balik semak. Situs itu mungkin benar mungkin juga tidak. Mungkin Aku , Stevi dan Alexa mendapat keistimewaan oleh Tuhan untuk mengetahui kapan kematian datang lewat situs itu. Kulihat sekujur tubuhku dipenuhi darah dan kurasakan nafasku yang hampir habis dan....

Kebun By Prio Hari Kristanto

KEBUN
Penulis : Prio Hari Kristanto

Suasana kebun komplek tempat tinggalku ketika itu sudah mulai gelap. Dengan sisa-sisa cahaya matahari sore yang segera terbenam, kulihat senyum ganjil yang muncul dari bibir perempuan itu. Mukanya pucat dan matanya menatapku tajam. Dengan ragu-ragu kupandangi keseluruhan tubuhnya. Sosok perempuan berpakaian lusuh dengan rambut terurai panjang dan tidak memakai alas kaki. Aku menebak-nebak dengan apa yang kulihat. Apakah dia manusia? Atau jangan-jangan…?. Tiba-tiba perempuan itu mengangkat sebelah tangannya seakan ingin menggapai diriku. Sejenak aku bingung dan tidak yakin. Namun, keraguan segera sirna ketika secara tiba-tiba perempuan itu menjulurkan lidahnya yang panjang sekali kebawah! Sungguh panjang dan berwarna merah darah. Raut mukanya berubah menjadi sangat jahat dan ia pun terkikik kencang sambil menggoyang-goyangkan kepalanya. Sungguh menyeramkan!

Rekasi pertama yang keluar dari diriku adalah teriak. Segera kulari kencang sambil memejamkan mata melewati perempuan itu. Tidak kusangka, ternyata dunia supranatural itu memang ada! Aku terus berlari keluar kebun dan ingin segera melaporkan kejadian yang baru saja kualami kepada orang-orang di rumah. Aku tak menghiraukan lingkungan komplek ketika kuberlari dan hanya fokus untuk segera sampai rumah. Dengan napas terengah-engah, aku berhasil sampai di depan gerbang. 

Sampai di rumah, segera kuceritakan pengalamanku. Awalnya Ayah tidak percaya. Apalagi Ibu. Mereka heran dengan ceritaku ketika bertemu perempuan dengan lidah merah menjulur panjang di jalan setapak kebun belakang komplek. “Kenapa kamu lewat kebun itu?” tanya Ayah. “Aku berniat membeli papan clip board untuk ujian besok di toko buku kecil di belakang komplek. Aku tidak membawa motor karena tadi kulihat bannya bocor,” belaku dengan napas terengah-engah. “Jangan mengada-ngada! Kamu itu kenapa jadi penakut. Padahal laku-laki dan sudah mau lulus SMA masih penakut seperti itu,” ujar Ayah. Kemudian Ibu yang sedari tadi terlihat berpikir keras berkata “Kebun yang tak terawat dan lebat sekali. Aku heran kenapa tidak dibersihkan saja mengingat ini di perumahan” jelas Ibu masih sambil berpikir. Ayah pun mengiyakan dan segera menyuruhku mencuci muka dan pergi ke kamar untuk belajar. Aku menurut walau masih belum puas. 

Kamarku terletak di lantai 2 yang berada di sebelah ruang kerja ayah. Sehabis ke kamar mandi, aku bergegas menuju kamar dan berpapasan dengan Abangku yang baru pulang kuliah dan melihatku dengan pandangan mengejek. Sepertinya ia sudah dengar ceritaku dari Ayah dan Ibu. Sejujurnya, aku bukanlah tipe anak laki-laki yang penakut. Sungguh bukan. Jarang sekali aku terpikir pada hal-hal berbau supranatural kecuali ketika mengalami kondisi seperti di kebun tadi. 

Komplek perumahan tempatku tinggal terbilang luas dan berisi rumah-rumah yang cukup besar, mungkin tipe 36 ke atas. Entah kenapa, malam itu suasananya terasa aneh bagiku. Di perumahan kami terdapat kebun lebat yang memiliki jalan setapak di bagian tengahnya. Jalan ini merupakan akses termudah untuk menyusurinya kebun lebat itu. Jalan setapak ini berujung pada sisi komplek yang mayoritas berisi rumah-rumah baru yang belum berpenghuni. Di jalan setapak itulah tadi aku melihat perempuan lidah panjang itu! Kebun itu ditanami pohon-pohon besar seperti kecapi dan rambutan dengan diselingi semak belukar. Sementara disekelilingnya dipagari kawat. Ada yang bilang, kebun itu akan dirapihkan untuk dibuat taman bermain dan sarana olahraga. Akan tetapi, sampai sekarang kondisinya masih utuh. Rumahku sendiri berjarak sekitar hampir 150 meter dari jalan masuk kebun tersebut. Memang jarang orang yang lewat sana. Apalagi menjelang malam hari. Sebenarnya, ada jalan komplek menuju toko tempatku berbelanja tetapi pastinya lebih jauh jika berjalan kaki. Untuk itulah kususuri kebun tersebut sebagai jalan pintas untuk pulang.

Di luar sedang hujan cukup deras. Sudah hampir dua jam aku belajar, tetapi selama itu, aku tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Kejadian tadi benar-benar mengganggu pikiranku. Dan sialnya lagi, aku baru teringat kalau papan clip board yang kubeli tadi tidak terbawa sampai ke rumah. Sepertinya terjatuh di kebun belakang ketika aku berlari-lari panik. Aku mencoba untuk berbaring sejenak di tempat tidur guna menghilangkan kepenatan sehabis belajar. 

Jam menunjukan pukul setengah satu pagi ketika tiba-tiba aku terbangun karena mimpi buruk. Kulihat buku-buku masih berserakan di tempat tidur dan segera kubereskan. Dengan badan penuh keringat, aku mengingat kembali mimpi yang baru kualami. Di dalam mimpi, aku mendapati diriku menyusuri jalan komplek dekat kebun bersama Abangku. Aku sedang asyik mengobrol dengan Abangku ketika tiba-tiba dari arah kebun terdengar lolongan orang minta tolong. Aku pun menengok dan mengintip dari pagar kawat. Awalnya aku hanya melihat barisan semak dan pohon-pohon lebat. Namun tiba-tiba muncul sebuah kepala melayang sambil teriak minta tolong. Abangku pun langsung berteriak dan mengatakan jika kepala itu adalah kepalaku! Saat itulah aku terbangun. 

Ketika sedang tegang mengingat mimpi yang baru saja kualami, tiba-tiba pintu kamarku dibuka oleh Ayah dan Ibu. Mereka pun masuk dan menatapku dengan muka tegang. Di luar dugaan, ternyata mereka juga baru saja mengalami mimpi yang hampir sama denganku. Mereka melihatku berada di dalam kebun belakang komplek tersebut dan berteriak meminta tolong. Lebih anehnya lagi, Abangku juga datang ke kamarku dan menceritakan mimpi yang sama! 

Hal-hal seperti ini relatif baru bagiku. Sepertinya ada sesuatu yang penting mengenai kebun tersebut. Setelah berdiskusi dan memaparkan kemungkinan-kemungkinan yang ada, Ayah pun mengambil keputusan di luar dugaan. Ia ingin kita semua malam itu juga ke kebun tersebut! Kami semua memprotes, terutama aku. Namun Ayah tetap bersikeras. Dia adalah orang yang paling keras kepala di keluarga kami. Sesungguhnya Ayah bukanlah tipe orang yang percaya takhayul, namun saat itu ia sangat yakin akan keputusannya. Ia memiliki perasaan kuat bahwa ada sesuatu yang harus dibuktikan di kebun tersebut. Aku pun hanya bisa menggelengkan kepala heran. 

***

Kebun By Prio Hari Kristanto

Saat itu waktu menunjukan pukul satu dini hari ketika kami berempat dengan menggunakan baju hangat dan senter menyusuri jalan menuju kebun belakang komplek. Hujan sudah reda, tetapi hawa dingin tidak bisa dihindari. Sejujurnya aku tidak ingin ikut, tetapi jika aku di rumah, maka aku akan sendirian. Jika aku pergi ke tetangga, aku malu. Alhasil kami berempat dengan kedinginan berjalan beriringan sambil harap-harap cemas. Bolak balik Ayah bergumam menyinggung-nyinggung perihal adanya hubungan dengan hantu perempuan yang kulihat sebelumnya. Ibu pun beberapa kali mendorong Ayah menyuruhnya agar diam dan tidak mengatakan hal-hal yang menyeramkan. Pada akhirnya mereka pun mulai percaya terhadap ceritaku. 

Sementara Abangku hanya fokus pada ponselnya ketika itu. Suasana diluar sepi sekali. Selain sudah sangat larut malam, udara dingin sepertinya membuat orang segan keluar rumah. 

Akhirnya kami tiba di ujung jalan setapak yang mengarah ke kebun. Hanya ada lampu remang-remang yang menyinari di pinggir jalan. Suasana saat itu benar-benar seram. Selain karena sepi, munculnya kabut-kabut tipis sehabis hujan menambah angker suasana ketika itu. Ayah berbisik sebentar dan menggandeng ibu masuk kedalam sambil melirik ke arah aku dan abangku memberi isyarat untuk kami mengikuti. Kami berempat masuk. Ide ini benar-benar bodoh pikirku. Semoga Ayah tidak menyesal.

Tidak ada hal mencurigakan selama kami masuk kecuali suasananya yang memang menjadi lebih seram dari terakhir aku lewat tadi. Ayah menyorot senternya kesana kemari seperti mencari-cari sesuatu. Ibu pun berbisik supaya ayah fokus mengarahkan senter ke depan. Kebun itu terlihat seperti kerajaan hantu dengan pohon-pohon besar ketika malam hari. Sesekali kami mendengar suara daun-daun bergesekan dan juga seperti suara-suara bunyi mencicit tikus. 

Kami terus melangkah pelan. Ayah pun masih terus menyenter kesana kemari. Saat itu yang memegang senter adalah Ayah dan aku. Abangku tidak mau memegang senter karena fokus dengan ponselnya. Jujur aku tidak berani menyenter ke segala penjuru dan hanya ke arah depan. Sementara Ayah masih sesekali menyenter ke atas pohon. Kemudian, aku pun teringat akan papan clip board ku yang jatuh. Akhirnya senter kuarahkan ke bawah menyusuri jalan sambil berharap siapa tahu bisa menemukannya. Ketika memasuki setengah jalan, lampu penerangan jalan komplek sama sekali tidak membantu. Kami berempat hanya mengandalkan senter. Abangku jalan paling belakang dan aku di tengah sementara Ayah dan Ibu di depan. Tiba-tiba, aku tersandung sesuatu. Aku pun membungkuk untuk mengambilnya. “Ada apa?” tanya Abangku. “Tidak apa, aku menemukan papan clip board yang kubeli tadi karena sepertinya terjatuh,” jawabku sambil tersenyum kecil dan berharap Abangku tidak mengejek disaat genting seperti ini. Namun, tidak ada jawaban dari Abangku. Aku pun menengok kebelakang dan kaget setengah mati ketika tidak mendapati abangku. Aku pun menengok kedepan dan mendapati hal yang sama dengan Ayah dan Ibuku!

Aku kaget dan langsung merasa mual. Aku setengah berteriak memanggil Ayah dan Ibu tetapi tidak ada jawaban. Aku sorot senter ke segala arah tetapi hanya ada pohon-pohon dan semak-semak. Aku akui, untuk kebun level komplek, semak yang ada disini cukup lebat ditambah dengan pohon rambutan dan kecapi. Aku pun panik! Suasana menjadi tegang bagiku. Jantungku berdegup kencang. Aku terus teriak memanggil Ayah dan Ibu serta Abangku dan berharap mereka hanya bergurau dengan membuat lelucon kepada diriku walau sepertinya hal tersebut bukanlah kegemaran keluargaku. Suasana saat itu pun berubah menjadi sangat hening dan mencekam. Aku hanya bisa mendengar desiran angin dan degup jantungku sendiri. 

Aku pun mulai berteriak minta tolong sambil berlari kecil berbalik arah dengan harapan segera keluar dari kebun tersebut. Namun lagi-lagi aku tersandung sesuatu. Akar pohon! Aku jatuh terjerembab dan menjatuhkan papan clip board yang kupegang.. Dengan segera aku berdiri dan tidak menghiraukan lagi papan clip board sialan itu. Aku berlari sekencang-kencangnya sambil terus berteriak minta tolong. Namun anehnya, jalan setapak itu terasa jauh. Jauh sekali. Aku pun kembali terjatuh. Kali ini karena terpeleset jalanan yang licin dan sedikit becek sehabis terkena guyuran hujan. Ketika terjatuh, tanpa sengaja aku melihat kembali dengan sorotan senter seonggok papan clip board di depanku yang seharusnya sudah kutinggalkan tadi. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan yang terjadi. Di mana aku? Ini kah jalan yang kulewati tadi? Apakah keluargaku tersesat di kebun? Aku pun berusaha berpikir logis walaupun terasa sulit.

***
“Ayaahh…Ibu…Abaang…keluarr..Tolooong!” teriaku keras-keras sambil terus berlari. Namun tidak ada sautan. Sekali lagi aku menyenter sekeliling dengan takut-takut. Urat-urat di kepalaku terasa berdenyut-denyut. Aku berjalan mondar-mandir panik kebingungan. Seperti berada di hutan lebat pikirku. Tetapi aku sadar ini kebun! Aku melihat jam tangan dan waktu menunjukkan pukul dua pagi. Lama juga aku terjebak. Aku pun mencari-cari penjelasan logis dari kondisi ini. Tetapi tetap gagal. 

Aku mencoba membaca doa-doa. Tanpa sadar aku mulai menangis. Aku menjadi takut sekali. Aku terus berjalan kedepan sambil terus menyenter. Tiba-tiba aku berhenti. Aku mendengar suara orang. Suara tangisan lebih tepatnya. Tangisan perempuan. Sangat lirih dan membuat merinding. Aku pun segera teringat akan perempuan berlidah panjang mengerikan yang kutemui sore tadi! Saat itu juga aku ingin muntah. Tetapi kutahan dan terus membaca doa. Suara tangisan itu semakin jelas. Semakin nyata seakan-akan di sebelahku. Aku berdiri terpaku. Aku hanya bisa memejamkan mata dan menutup telinga. Tiba-tiba lenganku seperti ditarik. Aku teriak keras sekali dan ketika membuka mata kulihat Abangku sambil terengah-engah berdiri dan menggoncang-goncangkan lenganku. Untuk pertama kalinya aku ingin sekali memeluk erat Abangku ketika itu. 

Kami pun saling bertanya satu sama lain mengenai nasib Ayah dan Ibu. Abangku terlihat panik dan bingung sekali. Aku pun menangis. Kemudian kuceritakan perihal suara tangisan perempuan yang kudengar tadi. Entah kenapa, aku justru bercerita ke abangku mengenai kemungkinan jika suara tersebut milik perempuan berlidah panjang yang kulihat sebelumnya. Ketika kujelaskan mengenai hal ini, Abangku hanya menatapku dengan heran. Lalu dengan masih memandangku, tiba-tiba ia menjulurkan lidahnya yang terulur sangat panjang sekali kebawah. Rongga matanya pun berubah bolong! “AAAAAAAAAAAAA….!” aku berteriak sangat kencang seperti yang belum pernah kulakukan. Aku merasa mual melihatnya.

Aku berteriak dan terus berlari menjauh sekencang-kencangnya sambil sesekali terpeleset. Seperti yang sudah kuduga, jalan yang kulalui tidak ada ujungnya. Tetapi aku terus berusaha menjauh sambil mengutuki ide bodoh Ayahku ini. Akhirnya aku berhenti karena kelelahan dan tersedak serta muntah. Aku muntah sambil menangis. Rasanya mual dan tubuhku gemetar hebat. Suaraku pun sudah habis karena bereriak terus. Aku belum pernah merasakan kengerian seperti ini. Aku duduk istirahat sebentar. Sambil duduk aku menyenter sekitarku dengan hati-hati. Kemudian aku berdiri dan berpikir untuk mengelilingi kebun ini. Dengan memotong arus menabrak semak-semak mungkin bisa sampai ke ujung pagar kawat dan minta tolong dari sana. Aku segera berjalan kecil dan terus menyenter ke depan. Pasti ada ujungnya pikirku. 

Lama juga aku menerobos semak-semak. Baju hangatku pun tergores semak. Pipiku terasa gatal karena digigiti nyamuk. Ketika kulihat jam, waktu menunjukkan pukul 02.20 dini hari. Aku pun sempat berniat untuk menunggu sampai pagi. Tetapi niat itu aku urungkan karena tidak mungkin aku bisa tenang duduk atau tidur sementara hantu perempuah berlidah panjang mengawasiku. Tiba-tiba pikiran tentang hantu lidah panjang itu semakin kuat. Aku berusaha membuang jauh-jauh pikiran itu sampai tak sengaja kusenter kearah batang pohon rambutan. Disitu tergantung secara terbalik sosok yang biasa orang sebut Kuntilanak dengan wajah pucat dan kepala mengeleng-geleng sambil cekikikan, Kuntilanak itu pun menjulurkan lidahnya melewati wajah sampai melebihi kepala kemudian darah menetes dari matanya. Aku terpaku gemetar. Tak tahu lagi harus bagaimana. Tak salah lagi ini hantu perempuan berlidah panjang yang kumaksud. Aku berusaha berteriak tetapi yang keluar hanya suara serak dan dengan susah payah aku lari menjauh. Ditengah ketakutan, tak sengaja kujatuhkan senterku hingga batere nya terlepas. Semua gelap. Sangat gelap! Dengan badan lemas, akhirnya aku pingsan.

***
Ketika tersadar, kudapati diriku masih ditengah kebun tengah malam. Namun kali ini aku tidak sendirian! dan tidak gelap lagi. Dibalik cahaya senter, kulihat Ayah, Ibu, dan Abangku berdiri mengelilingiku sambil memanggil-manggil. Sebagian membaca doa-doa. Ibuku pun langsung menangis dan memelukku ketika tahu aku tersadar. “Kamu sedang apa disini? kemana saja kamu nak? Kami khawatir,” Ibu bertanya sambil menangis dan memelukku. Disusul Ayah, bahkan Abangku juga. Sejenak aku bingung. Sebelum aku bertanya, Ayah pun menjelaskan semuanya kepadaku.”Begini nak” kata ayah sambil menarik nafas. Ia pun melanjutkan, “Kami tidak mendapati kamu pulang semenjak meminta izin keluar rumah untuk ke toko belakang komplek sore tadi. Sampai pukul 9 malam kami pun mulai khawatir. Kami menghubungi handphone mu, ternyata benda itu ada di rumah. Kami menghubungi teman-temanmu mereka pun tidak tahu keberadaanmu. Pukul 11 malam Ayah dan Abangmu menyusul dengan berjalan kaki ke toko belakang komplek dan mendapati kalau kamu sudah pulang lebih dari 4 jam yang lalu! Ketika berjalan pulang, alangkah terkejutnya kami ketika mendengar suara rintihan laki-laki dari arah dalam kebun komplek. Setelah menelepon Ibu untuk membawakan senter, kami bertiga masuk mengikuti arah suara dan mendapati dirimu tergeletak di jalan setapak. Sepertinya kamu terjebak di kebun ini. Selama setengah jam kami berusaha menyadarkanmu yang tergeletak tak sadarkan diri dan sesekali mengerang-erang seperti orang kesurupan,”

Aku pun menangis setelah mendengarnya sambil terus kebingungan atas apa yang terjadi. Itu artinya, bersama siapa sebenarnya aku tadi pergi ke kebun? Namun, aku tak peduli lagi. Yang terpenting adalah aku bisa bertemu keluargaku kembali dan segera pulang. Akhirnya kami semua berjalan keluar kebun tersebut tanpa adanya halangan seperti yang menimpaku tadi. Aku sangat senang ketika bisa melihat lingkungan komplek kami lagi. Rasanya seperti berhari-hari aku terjebak di dalam kebun. Aku melihat jam tangan dan waktu menunjukkan pukul 12 malam. Kami berempat berjalan beriringan dengan senang. 

Namun, ketika hampir sampai depan rumahku, Ibu berteriak histeris sekali. Teriakan ibu ini diikuti oleh Ayah dan Abangku! Aku pun bingung dan tiba-tiba Ayah berkata ke arahku. “Ke..ke..kenapa lidah kamu..terulur panjang sekali..!!” ujar Ayah ketakutan sambil menatapku yang mulai kesulitan berbicara karena lidah yang terus menjulur memanjang ini. 

END

Tentang Penulis:Prio Hari Kristanto adalah lulusan FISIP Universitas Indonesia. Sempat mengurusi lembaga pers kampusnya sebagai pemimpin redaksi, saat lulus, langsung mencicipi bekerja sebagai wartawan Tempo. Sangat suka membaca, mulai dari cerpen sastra, novel detektif sampai cerita teenlit. Memiliki kesenangan lain seperti menonton film, menonton sepak bola klub AC Milan, bermain game, serta menggemari karya-karya Joko Pinurbo, Edgar Allan Poe, dan Agatha Christie. Baru mulai produktif menulis lagi!

Bluetooth By Nahdiatul Ghina

BLUETOOTH
Penulis : Nahdiatul Ghina

Pagi yang cerah di kota Islamabad,Pakistan.Neeti Mohan,seorang gadis dari India yang merantau ke Pakistan untuk belajar di University of Pakistan.Sudah 7 bulan Neeti tinggal sendirian jauh dari keluarganya.Dia tinggal di sebuah Apartemen.

Neeti mempunyai hobby iseng,yaitu menghidupkan Bluetooth sepanjang hari dan mencari pasangan Bluetooth terdekat lalu mengirimkan foto-foto iseng,lagu,atau video kepada pasangan Blutooth nya itu tanpa konfirmasi lagi dari pasangan itu.

Suatu malam saat jam menunjukkan pukul 08.30,Neeti mencari pasangan Bluetooth yang hidup.Ternyata teman sebelah Bluetooth nya hidup.Neeti pun mengirimkan video narsis nya kepada temannya itu.Temannya pun membalas mengirimi rekaman suara makian candaan.Saat Neeti searching Bluetooth lagi,dia mendapati nama sebuah Bluetooth “I will kill you_Chandu”.Neeti pun memasangkan Bluetooth nya dengan Bluetooth itu dan mengirimi gambar “hai”.Anehnya,Bluetooth itu membalas dengan mengirimkan foto seorang pria yang berlumuran darah di depan pintu yang bernomor 29.Neeti kaget! Sepertinya pintu itu pernah di lihatnya.Karena mengantuk,dia pun takmau ambil pusing.Itu kan hanya sebuah keisengan,pikirnya.Dia pun tidur.

Saat sedang tidur,tiba-tiba ada yang menggedor-gedor pintu Apartmentnya.Dia pun berlari membukakan pintu tapi tidak melihat siapapun di luar dan sekitarnya.Dia mendapati sebuah kertas yang bertuliskan “I will kill you_Chandu”.Karena ketakutan,Neeti masuk dan mengunci pintu lalu tidur dengan gelisah.

Keesokannya,dia masih memikirkan kejadian semalam.Dia pun bersiap-siap dan berangkat ke Kampus.Saat melewati Apartement-apartement di sekitarnya,dia melihat sebuah pintu bernomor 29 di ujung deretan Apartement.Dia berhenti dan memperhatikan sekelilingnya.Tiba-tiba ada yang mengagetkannya,dia adalah Karan,pemilik Apartemen no.29 itu.Karan tinggal sendiri,sama seperti Neeti.Setelah berkenalan,Neeti tau bahwa Karan tinggal di situ.Mereka pun berteman.

Suatu malam,Karan mengundang Neeti untuk makan malam di rumahnya.Neeti pun pergi ke Apartement Karan.Mereka makan malam sambil ngobrol.Setelah makan,Neeti membantu Karan mencuci piring di dapur sedangkan Karan bersih-bersih di kamar.Saat sedang mencuci piring,tiba-tiba ada yang melintas di belakangnya.Tapi tidak ada orang.Dan tiba-tiba saja terdengar suara tawa seorang pria yang mengerikan.Itu bukan suara Karan,pikir Neeti.Dan tiba-tiba saja air keran yang bening menjadi darah.Neeti berteriak dan karena kaget Karan menghampiri Neeti yang terduduk ketakutan.Neeti pun menceritakan semua pada Karan.Karan terlihat seperti menyembunyikan sesuatu.Neeti pun pulang untuk menenangkan diri.

Saat jam menunjukkan pukul 11 malam,Neeti iseng searching Bluetooth dan mendapati nama Bluetooth “I will kill you_Chandu”.Neeti pun mengirimkan gambar senyum.Pemilik Bluetooth itu membalas dengan rekaman suara yang berkata “Kita sudah dekat…Aku akan lebih mudah membunuhmu…Tak lama lagi senyummu itu akan berubah dengan ketakutan.hahahaha!”Neeti sangat takut.

Bluetooth By Nahdiatul Ghina

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu Apartementnya.Dia semakin takut.Dia berlari mengambil pisau dan berlari membukakan pintu lalu hendak menusuk sosok yang ada di depannya yang dipikirnya pemilik Bluetooth tadi.Dia pun kaget dan pisau yang ada di tangannya terjatuh.Dia menangis.Ternyata sosok yang ada di depannya itu adalah Karan.Neeti pun menceritakan semuanya pada Karan tentang apa yang telah menimpanya.

Karan berkata bahwa yang menteror Neeti adalah adiknya Karan,Chandu.Chandu menderita penyakit kejiwaan yang sangat membenci wanita.Setiap kali melihat wanita,dia ingin membunuhnya.Itu terjadi sejak dia gagal menikah karena calon istrinya ternyata sudah menikah dengan pria lain sehari sebelum pernikahannya dengan Chandu.Chandu juga sempat menusuk Ibunya dengan gunting sampai ibunya meninggal.Untuk mengamankan keadaan,Karan memasukkan Karan ke Rumah Sakit jiwa.Namun Chandu kabur dan sempat pergi ke Apartementnya dan bunuh diri dengan menusuk-nusuk wajahnya dengan gunting.Dia di temukan di dalam kamarnya dengan kondisi sangat mengenaskan dengan HP yang ada di samping mayatnya.Sejak itu Chandu sering menampakkan diri kepada Karan.Namun beberapa hari ini Chandu berkata pada Karan “Wanita itu akan kubunuh! Kubunuh!”.Karan terus berfikir siapa wanita itu dan Karan menemukan jawabannya.Wanita itu adalah Neeti karena Neeti pernah ada di Apartementnya dan di ganggu oleh Chandu.Makanya Karan mengunjungi Neeti.

“Tapi Karan,Aku di ganggu olehnya bukan hanya malam ini.Sehari sebelum Aku mengenalmu,Aku sudah di terror oleh Chandu!”Neeti menceritakan awal ceritanya.
“Apakah mungkin Chandu menghidupkan Bluetooth nya sebelum dia bunuh diri?”Tanya Karan.
“Yap! Dia menghidupkannya.Tapi dimana sekarang HP nya?”Tanya Neeti. 
“Tentu saja di kantor polisi..”Jawab karan.
“Apa mungkin di kamarnya?”Tanya Neeti.
“Tidak mungkin! Jelas-jelas Aku sudah melihat barang-barang bukti.”
“Apa kau pernah masuk ke kamarnya?”
“Tidak.Aku jijik padanya.”
“Mungkin saja di kamarnya!”Kata Neeti.
“Mana mungkin!”Sahut Karan.
“Karan,kalau HP Chandu jauh dari sini,Blutooth ku tidak akan dapat berpasangan dengan Bluetoothnya.Ayo kita ke kamar Chandu!”Mereka pun ke kamar Chandu.

Kamar Chandu sudah seperti gudang yang penuh sarang laba-laba dengan bau yang tidak sedap.Karan dan Neeti membongkar kamar Chandu dan menemukan HP Chandu di lantai.Mereka terkejut.Karan mengambil HP itu dan melihat bahwa Bluetoothnya selalu hidup.

“Ini tidak mungkin! Dia mati 3 tahun yang lalu tapi tanpa di isi baterai,HP nya selalu hidup? Ini benar-benar aneh!”Kata Karan.
“Tapi kenapa dia menghidupkan Bluetooth?”Tanya Neeti.
“Dia menghidupkan Bluetooth untuk membunuh wanita-wanita.Berkenalan dengan wanita lalu bertemu dan mencoba membunuhnya.Lima wanita melaporkan ke polisi tentang itu semua sebelum dia meninggal.Belum cukup juga ya setelah membunuh Ibu yang melahirkannya!”Jawab Karan.
“Oh My God…Lebih baik matikan saja Bluetoothnya!”Karan mencoba mematikan namun tiba-tiba HP itu mati bersamaan dengan matinya lampu.Karan dan Neeti pun histeris.Tiba-tiba terdengar suara tawa seorang pria yang mengerikan.Neeti berteriak histeris karena ada yang menarik-narik kakinya.
“Karan! Cepat hancurkan HP nya! Tolong Karan!”Teriak Neeti.Karan pun mencari HP itu dan menghancurkannya dengan sebuah kursi.Tiba-tiba lampu kembali hidup.Karan melihat Neeti terduduk dengan kaki yang berdarah.Karan pun mengobati luka yang ada di kaki Neeti.Neeti berterima kasih kepada Karan.Sejak itu Karan dan Neeti berteman baik dan Chandu tidak ada lagi.Sejak itu juga Neeti tidak mengulangi lagi keisengannya karena trauma.

Tentang Penulis : 
Nama : Nahdiatul Ghina
TTL : Banda Aceh, 02 oktober 1998
Alamat : Aceh Besar
Sekolah : MAN 2 Banda Aceh kelas XI Bahasa
Facebook : Ghyna Maestra
Twitter : @Kat_Medium
Google+ : Nahdyatul Ghyna
Instagram : arjumandbanu_begum

Hantu Berkepala Kucing By Erby

HANTU BERKEPALA KUCING 
Penulis : Erby

Gukk guk guk terdengar suara anjing yang tak jauh dari rumah ku dan waktu pun menunjukan pukul 1 malem,,seketika aku terbangun dari tidur dan saat itu aku mengepalkan kedua tangan ku dan dag dig dug suara jantung ku berdegup kencang seperti orang yang berlari 1000 km’’’gila dari Jakarta kebandung saja menempuh jarak 150 km,,bagaimana yang 1000 km’’?? oke aku lanjutkan kembali cerita nya
saat aku terbangun ternyata sunyi nya malam yang kurasa saat ini begitu menegangkan ,,hingga perut aku mules lalu terdengar suara 
‘’tuttt duttt tutttt ‘’

‘’aduh maaf aku masuk angin mungkin’’’ soalnya tadi sore ibu ku masak rebus ubi jadi mohon maaf teman teman pembaca
‘’Sebenar nya aku merasa menyesal menulis kata kata seperti diatas itu tapi mau bagaimana lagi ini sudah perjanjian ku kepada sahabat ku kalau setiap kata kata yang ku tulis tidak boleh kurubah lagi’’
Nama ku dodot 
Aku akan menceritakan sebuah kisah misteri di masa lalu yang berceritakan tentang seorang nenek yang senang memelihara kucing yang jumlah nya sangat banyak sekali tapi ada satu kucing yang membuat hidup nenek selalu diteror bahkan mengancam kehidupan nya

‘’Jadi langsung saja aku akan menceritakan legenda kisah hantu berkepala kucing yang keberadaan nya berada di jalan kuncir kuda tepat nya dekat dengan rumah peternak kucing di desa monyet kabupaten domba’’’
Dan peternak kucing itu dimilikin seorang nenek nenek yang dirumah nya hanya dia tinggal sesorang saja bertemankan puluhan kucing yang diirawat nya tapi dari sekian banyak kucing yang di pelihara ternyata ada seekor kucing yang selalu meneror kehidupan nya sehari hari’’

‘’kucing nya banyak banget ada yang kepala nya besar ada yang kecil imut dan gosong alias kucing yang kepala nya besar berwarna hitam mata nya Cuma 1 lagi

SERAM ENGGA?? IHHHH TAKUTT

‘’ini dia hantu berkepala kucing’’
‘’Jangan terlalu tegang santai aja karena ini hanya hantu berkepala kucing bukan hantu berkepala kamu’’
Coba aja kamu seandainya berada di jalan tengah malem dalam keadaan sepi lalu bertemu hantu tapi hantu itu kepala nya kepala kamu’’ ‘ hahahaha pasti kamu takut kan???
‘’hahahaha’’

TAHUN 2009 ADA SEORANG NENEK YANG BERMUR 17 TAHUN???????? 
‘’OH MAAF SALAH KETIK SOALNYA BARU SAJA ADA KUCING LEWAT SAMBIL BAWA IKAN TONGKOL KESUKAAN AKU’’ 
‘’AKU LANJUTKAN’’
MAKSUD AKU NENEK YANG SUDAH BER UMUR 75 TAHUN
Sehari hari nenek tua itu selalu mengurus kucing kucing nya yang dia rawat sejak dulu dan dia sangat menyayangi kucing peliharaan nya kecuali kucing yang 1 ini…..entah mengapa dari puluhan kucing yang dirawat si nenek ternyata ada 1 kucing yang menurut nya tidak pantas di pelihara


Sore hari jam 5 aku berjalan jalan ke sebuah desa yang letak nya tidak jauh dari tempat nenek itu,,
Aku pun berhenti sejenak saat melewati rumah nenek yang ramai akan kucing itu lalu ku pasang ke dua bola mata ku untuk melirik sini melirik sana dan ternyata ehh ternyata dari sekian banyak kucing yang di pelihara ada 1 kucing yang benar benar menakutkan bila dilihat,,,

‘’saat itu mata ku terpaku melihat kucing itu
‘’mata nya hanya 1
‘’kepala nya besar kira kira hampir sebesar panci di dapur kita
‘’dan warna kulit nya pun hitam pekat seperti yang habis di goreng sampai gosong

Aku pun terjatuh seketika karena pandangan mata nya yang sangat tajam dan mata nya hanya 1 itu membuat ku seolah olah kucing itu menjatuhkan tubuh ku yang lemah tak berdaya ini,
‘’soalnya dari pagi aku belum makan ‘’
Tanpa banyak bicara aku merogoh rogoh saku ku untuk mengambil hand phone dan langsung saja kucing itu aku fhoto dan langsung aku edit di aplikasi camera 360 dulu kucing itu 
biar seperti bersama aku di fhoto nya lalu setelah itu aku upload ke facebook 
‘’sial dehhh’’ sahut aku
Ternyata kuota nya habis,,aku pun tak bisa mengabadikan karya ku itu
Lalu tiba tiba terdengar suara wanita tua memanggil ku
‘’wahai anak muda’’ sahut nenek itu
‘’apa yang kamu lakukan dipekarangan rumah ku??

Aku pun menjawab
‘’maaf nenek aku hanya sekedar ingin fhoto kucing nenek saja’’
Dalam hati yang sangat takut dan rasa nya kaki ini ingin melangkah dengan cepat dan ingin segera pergi dari tempat itu karena nenek itu bertanya sungguh menakutkan bagiku

Nenek pun bertanya
‘’apa kau bisa mendengar kan segala ketakutan ku anak muda??
Aku menjawab
‘’ketakutan seperti apa nenek?
‘’mari masuk kertumah nenek agar nenek ceritakan rasa ketakutan yang selama ini meneror hidup nenek

Hantu Berkepala Kucing By Erby

‘’aku saat itu sebenarnya sangat takut waktu nenek itu menyuruh ku masuk kerumah nya dan mendengarkan segala ketakutan yang ada pada dirinya di curahkan kepada ku tapi seketika aku menjadi khawatir saat mendengar nenek itu bercerita tentang salah satu kucing peliharaan nya
‘’anak muda mau minum apa kamu’’
‘’aku jawab’’ jangan repot repot nenek biar nanti saja saya yang bikn sendiri
Tak lama kemudian nenek pun menawarkan segelas minuman tehh hangat yang diberikan untuk ku
‘’makasih nek’’ aku menjawab dengan senyuman meski rasa takut masih menyelimuti perassan ku saat itu tapi aku coba menenangkan diri karena aku ingat akan pesan ibu ku dan dia berkata seperti ini 

‘’wahai anak ku’’ tahukah kamu bahwa
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. 

‘’seketika saat mengingat akan perkataan ibu ku ‘’aku pun menjadi tenang dan menikmati secangkir tehh hangat yang dibuat nenek itu’’
Sruurupppp wahhh sungguh nikmat nya tehh buatan nenek hingga hati ini menjadi tenang dan suasana pun mulai membawa ku jauh dari ketakutan seperti tadi’’
Tanpa basa basi aku pun bertanya tentang ketakutan seperti apa yang ingin di ceritakan pada ku

‘’nenek mau cerita apa??
‘’hampir 8 tahun yang lalu saat nenek ditinggal pergi selama lama nya oleh kakek/suami nenek ,,tiba tiba suasana di rumah ini berbeda begitu menakutkan’’
‘’maksud nenek menakutkan bagaimana????

Tiba tiba nenek berdiri dari tempat duduk nya lalu menuju ke jendela dan menunjuk ke suatu tempat

‘’anak muda kemarilah ada yang mau nenek perlihatkan kepada mu””
Aku pun bergegas mendekati nenek dan lalu
‘’kau lihat seekor kucing yang berdiri di bawah pohon beringin itu??
‘’iya nenek tapi ada apa dengan kucing itu??
Tangan kanan nenek mengusap usap dada nya dan seakan akan wajah nya memperlihatkan sebuah ketakutan yang mendalam yang masih menghantui jiwa nya dan berkata
‘’setiap malem entah mengapa seperti ada kutukan yang diberikan kucing itu oleh sesuatu yang jahat yang tak bisa diterima akal manusia,,tapi ya sudah lah mungkin ini sudah takdir nenek’’
Aku merasa penasaran dengan cerita nenek yang seakan akan tidak ingin menceritakan secara kseluruhan
‘’maksud nenek kutukan seperti apa??
‘’sudah lah anak muda waktu sudah menunjukan pukul 11 malem apa kau tidak takut dicari oleh orang tua mu??
‘’ya sudah nenek aku pamit pulang dulu’’

Aku pun bergegas pulang dan membuka pintu tiba tiba hujan pun turun dan aku terjebak diantara hujan yang deras lalu nenek berkata’’ bermalam lah disini anak muda bila itu membuat mu khawatir di perjalanan nanti’’
Dengan rasa terima kasih aku pun tersenyum mendengar nenek ,menawarkan untuk menginap dirumah nya,,tanpa basa basi aku pun menerima nya karena memang saat itu hujan sangat deras dan nenek pu berkata
‘’ini kamar mu anak muda’’ dulu waktu anak nenek masih disini dia tidur d kamar ini
‘’memang anak nenek dimana sekarang??
‘’dia sudah tinggal bersama istri nya’’
‘’ohh ya sudah nenek selamat malam dan selamat tidur
‘’selamat malam anak muda’’

Nenek pun menutup pintu kamar rapat rapat dan aku pun tidur

Hujan pun semakin deras dan waktu sudah menunjukan jam 01 dini hari tapi aku belum bisa tertidur juga lalu aku terbangun dan aku merasa haus dan aku pun berjalan ke dapur tapi tiba tiba ketika pintu kamar aku buka ada seekor kucing tepat di depan pintu ku dan kucing itu memandang wajah ku dengan ke dua bola mata nya yang sangat tajam lalu dia bersuara layak nya kucing meong meong seakan akan ada yang mau dia tunjukan kepada ku lalu tak lama kemudian kucing itu berjalan perlahan lahan dan aku pun mengkuti kemana langkah kaki kucing itu dan dia seperti membawa ku ke tempat pohon beringin yang tadi sore nenek tunjukan di jendela dan seketika kucing itu berhenti tepat di bawah pohon beringin itu dan ke 4 kaki kucing itu menggaruk garukan cakar nya ke tanah tepat dibawah pohon beringin itu’’

Sejenak aku merenung lalu aku perhatikan kucing itu entah mengapa saat itu aku ingin membantu apa ingin kucing itu tapi aku tak mengerti …lalu tiba tiba terdengar suara nenek memanggil ku

‘’anak muda dimana kamu ? mengapa pintu dapur kau biarkan terbuka
‘’aku di sini nenek ,,
‘’sedang apa kamu disini anak muda??
Lalu aku pun beralasan
‘’aku sedang ingin menikmati udara malam nenek’’
‘’masuk lah anak muda di luar sana hujan dan tidak bagus buat kesehatan kamu
‘’iya nenek’’

Aku pun bergegas masuk tanpa aku sadari ternyata kucing itu mengikuti aku ingin masuk juga ternyata lalu nenek berkata
‘’mengapa kucing itu mengikuti mu?? 
‘’aku tidak tahu nenek’’
Dengan wajah seperti kesetanan dan nenek pun mengambil sebuah kayu panjang yang hendak di pukulnya ke kucing itu
‘’usir kucing itu aku tak sudi kucing itu masuk kerumah ini karena itu kucing kutukan dan usir dia’’
Aku pun mencegah perbuatan nenek yang hendak memukul kucing itu
‘’sudah nenek,,sudah nenek hentikan itu’’
Tanpa basa basi Aku pun langsung menutup pintu dan mengunci pintu itu agar nenek terlihat puas akan kemarahan pada kucing itu

Dan aku pun kembali ke kamar tapi aku merasa ada yang aneh dengan kejadian tadi,,bagaimana mungkin seorang nenek yang sangat mencintai semua peliharaan kucing nya tapi hanya 1 kucing yang di benci dia….sulit untuk memahami sebuah arti kata kata binatang tapi aku mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di rumah ini dan tentu nya ada sebuah petunjuk yang di perlihatkan seekor kucng itu lalu aku pun dengan langkah kaki secara rapat menyentuh bumi dan pelan pelan kembali membuka pintu kamar dan tiba tba kucing itu sudah ada di depan pintu kamar ku lalu aku pun mulai kembali mengikuti nya dan perlahan lahan membuka pintu rumah belakang/dapur dan aku pun tiba di dekat pohon beringin itu,,dan kucing itu kembali menggaruk garuk kan ke 4 kaki nya ke tanah seakan akan menyuruh aku bahwa ada sesuatu di dalam tanah itu yang terkubur,,,,aku pun mencari sebuah cangkul dan aku mendapatkan nya tanpa menunggu lama aku pun mulai menggali tanah itu dan tak lama kemudian aku melihat sebuah kain yang seakan akan seperti membungkus sesuatu lalu aku pegang dan dengan wajah yang sangat kaget bahkan seluruh tubuh ku bergetar ketakutan ternyata di dalam kain itu ada tulang belulang yang terbungkus dan tengkorak kepala manusia dan seperti ada tulang binatang juga yang terbungkus di kain itu,,,

Aku pun mulai menyadari bahwa kucing yang selalu meneror kehidupan nenek itu adalah kucing ini ,,sesungguh nya apa yang telah terjadi dengan mu kucing?? Apa yang telah dilakukan nenek terhadap mu di masa lalu itu?? Dan siapa tulang manusia yang kutemukan ini?? Kucing itu hanya memandang ku dengan tatapan mata nya yang menyimpan kesedihan meski aku hanya manusia biasa tapi aku mengerti perasaan mu meong meong…
Tiba tiba nenek sudah berdiri di belakang aku
‘’anak muda mengapa kau selalu mempersulit kehidupan ku?? Kucing itu kucing yang penuh dengan kutukan??
Aku pun menjawab dengan nada yang agak keras
‘’lalu siapa tulang manusia ini nenek?? Mengapa nenek menutupi apa yang terjadi di masa lalu nenek??

Aku yakin nenek adalah seorang ibu yang mengerti akan kehidupan keluarga nya…aku mohon katakan pada ku apa yang tejadi???
Nenek pun tertunduk lesu dan terjatuh seketika lalu aku membantu dan memegang ke dua tangan nya dan si nenek langsung menceritaan kisah nya di masa lalu…
8 TAHUN YANG LALU sewaktu suami nenek masih hidup nenek bertengkar hebat dengan nya ,,,
Aku pun bertanya ‘’masalah apa nenek kalu aku boleh tahu??
‘’seminggu sebelum kepergian nya suami nenek bercerita kalau dia mempunyai hutang kepada teman nya lalu tiba tiba saja dia ingin menjual rumah ini karena rumah ini pemberian dari ibu nenek yang tidak bisa dijual begitu saja tetapi suami nenek tetap memaksa dengan ancaman akan membunuh nenek bila tidak segera dijual ,,,ketika hari dimana sebelum kepergian suami nenek tiba tiba dia seperti lelaki yang kemasukan setan hingga semua peralatan rumah dihancurkan nya dan nenek tidak bisa berbuat apa apa lalu tiba tiba saja suami nenek mencekik nenek dan nenek terjatuh hingga tepat di dekat pintu dapur lalu entah mengapa dan entah harus bagaimana nenek langsung mengambil sebilah pisau dan menusuk tepat ke dada suami nenek hingga dia bersimbahkan darah dan terjatuh tak bernyawa lalu kucing kesayangan suami nenek pun tiba tiba ingin mencakar nenek tapi nenek langsung membela diri dengan sebilah pisau ini dan menusuk nya juga ke tubuh kucing kesayangan suami nenek,,,lalu jasad suami dan kucing nenek kubur di tepat di dekat pohon beringin…..

Aku pun terisak sedih saat mendengar cerita nenek ternyata apa yang terjadi ini hanyalah sebuah keimanan yang tidak mencukupin dan kurang nya keyakinan dan ketaqwaan nenek dan keluarga nya dalam mengarungi HIDUP kekeluargaan …mari kawan kawan kita memperkuat iman kita dan ketaqwaan kita kepada tuhan yang maha esa dengan menjalani perintah nya dan mejauhi larangan nya serta selalu mengingat selalu akan kebesaran tuhan dan semua cerita ini hanya lah unsur ketidak sengajaan dalam membuat nya tapi hanya ingin sekedar mengingatin bahwa hidup damai harus di landasin dengan ke imanan yang kuat karena setan adalah musuh yang nyata bagi kita seperti al quran sudah jelaskan 

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (QS. An Nisa: 76)

Tentang Penulis:Nama : Erby suhartono
Facebook: erbycavalera@yahoo.com

FANSPAGE