Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Cerita Inspiratif Keluarga, Keunikan Profesi Suami Istri

Cerita Inspiratif Keluarga, Keunikan Profesi Suami Istri
Membangun bahtera rumah tangga dalam keluarga memang harus memiliki dasar cinta, kasih sayang dan saling melengkapi satu sama lain, rela berkorban dan selalu berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi kebutuhan keluarganya. Cerita inspiratif keluarga ini menceritakan tentang bagaimana perjuangan sepasang suami dan istri dalam keluarganya yang saling membahu dan menggambarkan hal kecil apa yang terjadi dalam sebuah ikan keluarga.

Dari pengalaman Shally seorang mahasiswi yang berangkat menuju kampusnya menggunakan kendaraan umum yaitu bis, menemukan cerita inspiratif keluarga dibalik perjalannya menuju kampus, dimana sorang istrinya menjadi kondektur dan suaminya menjadi supir bis angkutan umum. Ia melihat betapa inspiratifnya seorang wanita yang menjadi kondektur bis, karena tak jarang profesi seperti itu di emban oleh kaum hawa.


Bus berjalan perlahan meninggalkan terminal. Di tengah jalan, tidak seberapa jauh dari pusat perbelanjaan besar, bus berhenti. Kami para penumpang biasa menyebutnya dengan istilah “ngetem” yakni berhenti cukup lama untuk mencari penumpang. Tidak beberapa lama setelah penumpang memenuhi bangku-bangku kosong, bus mulai berjalan perlahan, perlahan, perlahan hingga akhirnya bergerak menjauh. Dengan mantap, sang supir pun menginjak pedal gas dalam-dalam. Tak terasa bus sudah berjalan jauh, tanpa komando dari kondektur.

Hingga suatu ketika penumpang yang duduk di kursi belakang berteriak “Pir, kondekturnya ketinggalan, tuh! Kasihan!! Lumayan jauh. ”

Kami, penumpang yang ada di dalam bus, semua tertawa geli mendengar ucapan itu. Supir buru-buru menghentikan bus, menepi dan menunggu kondektur wanita yang ketinggalan. Cukup lama bus menunggu, kira-kira hampir sepuluh menit-an.

Tiba-tiba dari arah belakang bus, sebuah bajaj meluncur kencang dan berhenti persis di depan bus. Dari dalam Bajaj keluarlah sang wanita yang menjadi kondektur tadi, dengan wajah panik dan ketakutan. Ia segera menghampiri supir bus dan menangis sejadi-jadinya. Sambil mennguncang-guncangkan tubuh sang supir.
“Kamu jahat, jahat sekali! Tinggalin begitu aja! Tau nggak, saya takut, saya panik waktu tahu bus sudah nggak ada. Padahal saya kan lagi bantu nyeberangin penumpang. Apa kamu nggak lihat, gimana sih kamu jadi supir nggak peduli amat?” Kalimat-kalimat itu terus meluncur dari bibir tipis si wanita.

“Sudahlah, ma….! Maafkan saya, saya nggak lihat kalau kamu ada di seberang. Ya udah nggak usah nangis, malu dilihat orang. ” ujar sang supir.

Dari dialog mereka, Shelly dan penumpang lain baru mengetahui bahwa ternyata supir dan kondektur itu adalah pasangan suami isteri. Seorang penumpang yang duduk paling depan dekat supir segera menjadi penengah pertengkaran tersebut.

“Sudah-sudah tidak usah diperpanjang, maafkan saja Bapak, dia mungkin khilaf tidak melihat.” Lerai bapak itu pada si kondektur wanita. “Ibu juga nggak usah dendam, sama-sama cari uang sama-sama kerja untuk anak, pasti ada susah senangnya. ”

“Pak supir juga harus peduli sama isteri jangan cuek, harus lihat keadaan sekitar, jangan main tancap gas aja!” ujar si bapak tadi menasehati supir.

Akhirnya pertengkaran pun berakhir, mereka saling bersalaman dan berpelukan. Kami semua para penumpang segera bertepuk tangan dan terharu melihat sikap mereka. Dalam hati Shelly merasa bahwa mereka benar-benar pasangan yang cukup kompak, bahu membahu dalam mencari nafkah untuk keluarga dan mudah memaafkan satu sama lain, mau mengerti keadaan masing-masing dan tidak pantang menyerah.

Satu lagi pelajaran hidup yang bisa dipetik oleh Shelly sebagai calon ibu muda adalah bahwa siapa pun dirinya, kelak jika ia telah menikah nanti ia harus bisa bersikap tenggang rasa, tolong menolong dan saling memahami dalam setiap situasi apa pun. Jangan pernah sombong, egois dan merasa lebih tinggi dari pasangannya. Segala upaya untuk menafkahi keluarga harus dilakukan dengan kerja keras, pantang menyerah, disiplin dan ikhlas. Itu kunci utamanya., bisik Shelly dalam hati.

Ia sangat salut kepada pasangan supir dan kondektur tadi, karena meskipun kehidupan mereka, kemungkinan sering diwarnai dengan pertengkaran-pertengakaran kecil, namun hal itu tidak mengurangi rasa kompak mereka sebagai pasangan suami isteri. Justru pertengkaran kecil itulah yang menjadi bumbu-bumbu manis dalam menciptakan bangunan rumah tangga.
Dengan begitu, masing-masing pasangan akan lebih memahami karakter, kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga di masa mendatang mereka bisa lebih memperbaiki diri. Membuat diri lebih siap menghadapi masalah-masalah kehidupan yang serius, mendidik anak-anak yang berbakti pada orang tua dan menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Ibarat pepatah, rumah tangga yang datar-datar saja dan tidak diwarnai dengan sedikit pertengkaran-pertengkaran kecil layaknya sayur tanpa garam.

Demikian cerita inspiratif keluarga istri yang terlupakan, semoga apa yang terkandung dalam cerita tersebut menjadi inspiratif untuk kita semua. Baca juga yang cerita inspiratif lainnya, dan kisah inspiratif, cerita motivasi di cerita dejavu.

Cerita Inspiratif Tentang Ibu

Cerita Inspiratif Tentang Ibu
Ibu bagi kami adalah bidadari terindah yang tidak bisa di gantikan dengan perhiasaan dunia, walaupun di kumpulkannya banyak perhisan indah seisi dunia, tak bisa menyamai berharganya ibu di mata kami, karena dejarat ibu yang luar biasa berkorban demi anaknya dari mulai ia mengandung, melahirkan samapai mebesarkan anaknya dan mendidik anaknya agar bisa hidup mandiri kelak. Kami akan menggambarkan lewat cerita inspiratif tentang ibu dan bagaimana pengorbannanya terhadap anaknya.

Lewat cerita ini menggambarkan betapa besar pengorbanan ibu terhadap anaknya, walaupun anaknya sudah bisa hidup mandiri sekali pun tetapi rasa sayang ibu terhadap anaknya masih kuat melekat di dalam hati, cerita inspiratif tentang ibu yang bisa disimak dibawah mesipun fikitif namun betapa besar drajat ibu diantara mahluk lainnya.

Sekalipun kehidupan anaknya buruk namun bagi ibu tetap saja ia anaknya, sekalipun detik-detik terakhir anaknya akan menghadapi kematian, seorang ibu akan rela berkorban dan berjuang untuk menolong anaknya semampunya walau pun secara akal itu tidak mungkin di lakukan namun bisa saja hal itu terjadi atas peruang seorang ibu. Ibu akan rela mengorbankan hidupnya demi anaknya, ia rela mengganti nyawanya demi menyelamatkan anaknya.

Cerita inspiratif tentang ibu :

Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang ibu dan anak laki laki satu satunya, sementara suaminya telah lama meninggal karena sakit. Anak lelaki itu sayangnya mempunyai perilaku buruk, tukang bikin onar, melakukan berbagai tindak kriminal dan semacamnya. Sang ibu beberapa kali menasehati agar anaknya tidak melakukan berbagai hal buruk lagi, namun sayang semua itu tidak didengar.

Sampai suatu saat, si anak melakukan perampokan dan pembunuhan secara sadis. Masyarakat yang sudah geram dengan tingkahnya segera menangkapnya dan menyerahkan pada sang raja untuk diberi hukuman. Setelah berbagai pertimbangan dan laporan dari masyarakat, akhirnya diputuskan si anak akan dihukum mati.

Mendengar anaknya akan dihukum mati, sang ibu langsung menemui raja, walau seburuk apapun prilaku anaknya, kasih sayangnya tak pernah hilang.

Dihadapan raja, sang ibu bersimpuh dan bersujud memohon pengampunan. raja bukannya tak kasihan atau iba pada ibu itu namun kesalahan anak sang ibu sudah terlalu besar, oleh karena itu dengan meminta maaf pada ibu itu, raja mengatakan tak bisa memberi pengampunan, anak sang ibu tetap akan dihukum mati besok pagi tepat saat lonceng kerajaan pertama kali berbunyi.

Keesokan pagi semua orang sudah berkumpul dilapangan untuk menyaksikan jalannya hukuman mati mereka hanya tinggal menunggu lonceng kerajaan dibunyikan.

Namun aneh, sudah lewat beberapa menit dari waktu seharusnya, tetapi lonceng tak juga berbunyi. Maka raja dan beberapa orang segera memeriksa kenapa lonceng tak juga berbunyi.
Di menara lonceng, petugas yang seharusnya membunyikan lonceng juga merasa heran, ia sudah menarik tali lonceng beberapa kali namun tak ada suara nyaring yang keluar. raja kemudian memerintahkan seseorang untuk naik memeriksa lonceng.

Belum juga lonceng diperiksa, tiba tiba dari tali lonceng mengalir darah segar. Dan ketika diperiksa ternyata darah itu berasal dari ibu si terhukum mati, ia mengikatkan diri di bandul lonceng, sehingga ketika tali ditarik, kepalanya lah yang menghantam dinding lonceng. ia melakukan itu semua sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan anaknya walalupun hanya beberapa menit.

Sang anak meraung raung menangis menyesali semua perbuatannya, dan besarnya kasih sayang ibunya walaupun ia sering berbuat jahat.

Hari itu tak ada seorangpun yang tak meneteskan air mata.

Semoga cerita inspiratif tentang ibu ini menumbuhkan rasa cinta kita kepada Ibu, betapa besar pengorbanannya kepada kita selaku anaknya. Dan lewat situs cerita dejavu, kami akan selalu mnyajikan cerita inspiratif lainnya, juga cerita motivasi dan kisah inspiratif lainnya.

Cerita Inspiratif Cinta Aku Apa Adanya

Cerita Inspiratif Cinta Aku Apa Adanya
Pernikahan adalah idaman untuk sepasang kekasih, sebuah langkah menuju bahtera rumah tangga yang indah di hadapan meraka. Cerita inspiratif cinta ini meceritakan bagaimana keindahan cinta mereka setelah menikah. Kala itu, seroang pria melamar kekasihnya. Dengan penuh bahagia kekasihnya berbunga-bungan hatinya dan meluap kebahagiaannya karena apa yang telah di idam-idamkan kini akan terjadi.

Setelah lamaran, berlangsunglah acara sakral pengikat dua insan manusia yang saling mencintai satu sama lainnya yaitu pernikahan. Dan orang-orang yang hadir pun turut serta merasakan kebahagian saat itu. Memang sungguh indah detik-detik dimana berlangsungnya pernikahan dengan ikatan cinta, yang membuat rasa haru, sedih, bahagia dan semua perasaan bercampur aduk yang dirasakan bukan hanya kedua mempelai namun orang-orang yang hadir dan menyaksikan acara pernikahan.

Pria tersebut telah menjadi sorang suami dan kekasihnya kini telah menjadi istrinya.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel tentang cerita inspiratif cinta di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia" Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya sesuai dengan panduan dalam majalah cerita inspiratif cinta untuk pernikahan. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman.

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. "Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan" jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Lalu suaminya menunjukan kertas kepada istrinya, “Lho ko kosong? Mana catatannya?” tanay istri. Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang"

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya, Ia menunduk dan menangis.

Demikian cerita inspiratif cinta aku apa adanya. Semoga dapat memberikan pelajaran dari cerita tersebut dan mampu menambah motivasi dan menghadirkan cinta yang selalu bersemi antara suami dan istri. Baca pula cerita inspiratif lainnya di cerita dejavu.

Cerita Isnpiratif Islami, Supir Pengasuh Puluhan Anak

Cerita Isnpiratif Islami, Supir Pengasuh Puluhan Anak
Islam mengajarkan tentang amanah sebagaimana yang di ajarkan oleh Rosulullah SAW lewat akhlaknya yang sempurna, salah satunya tentang amanahnya. Bagi saya amanah adalah bisa dipercaya dan menjaga urusan tersebut, contohnya karena saya seorang muslim dan amanah saya yang di serahkan kepada saya yaitu Islam, dan Islam itu bagi saya adalah kasih sayang, karena saya selalu bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan kepada saya.

Cerita inspiratif Islami saya adalah meskipun saya seorang supir, dengan penghasilan yang tidak seberapa, saya di amahin untuk ngurus empat orang anak saya di tambah satu anak angkat saya dan terus bertambah dua anak yatim yang di asuh saya pada waktu itu. Bahkan sampai pernah saya mengasuh empat puluh dua anak di tempat namun sekarang ini tempat pengasuhan saya ada sekitar dua puluh tujuh anak.

Kalau dilihat dari penghasilah saya untuk mengasuh anak-anak saya itu tidak masuk akal karena penghasilan saya hanya seorang supir tetapi karena saya percara Allah maha kaya, Allah maha kuasa, semua anak-anak asuhan saya bisa terurus.

Pernah waktu itu saya sempat putus asa dalam mengasuh anak, karena ada lima anak asuhan saya yang bandelnya minta ampun, disuruh mandi susah banget, dan akhirnya saya berfikir untuk mengembalikan ke keluarganya, namun disinilah cerita inspiratif islami saya yaitu sebelum rencana pengembalian itu terlaksana, malah saya di titipin lagi tujuh anak sekaligus. Lalu saya merasa dan mendapat hidayah bahwasanya sekarang Allah masih percaya kepada saya untuk mengasuh anak-anak, dengan buktinya belum sempat saya mengembalikan kelima anak malah Allah mengirimkan kepada saya tujuh anak sekaligus dan inilah saya merasa amanah yang Allah berikan kepada saya harus saya pertahankan dan menjaganya.

Semakin anak-anak asuhan banyak ternyata membutuhkan biaya yang banyak pula, sementara penghasilan saya pas-pasan, akhirnya saya sama istri menjual aset keluarga, awalny istri merasa keberatan namun saya bujuk terus dengan cerita inspiratif islami untuk menggugah hati istri saya. Setelah terbujuk istri saya akhirnya mau menjual aset keluarga yaitu tanah, dan setelah terjual ternyata itu masih tidak cukup juga untuk menghidupi anak asuhan saya sehingga banyak aset-aset keluarga yang terjual demi menghidupi anak asuhan saya namun tetap tidak henti-hentinya biaya pengeluaran untuk hidup anak asuhan saya. Lalu disaat aset kami mulai habis dan tidak ada lagi yang bisa kami jual, disinilah kemurahan Allah yang maha kaya. Kala itu, saya berjumpa dengan H. Ahmad pengusaha matrial  ia membiayai semuanya kehidupan anak-anak asuhan kami dan ia pun yang membantu saya untuk mendirikan lembaga “Panti Asuhan”.

Alhamdulillah akhirnya dengan kebesaran Allah panti asuhan saya semenjak di jadikan lembaga banyak donasi yang mau membantu kami, dan aset-aset keluarga kami pun perlahan-lahan mulai kembali, seperti tanah, rumah, perabotan dan lain sebagainya. Dan sekarang ini, anak asuhan kami sudah ada yang bisa sekolah samapi kuliah dan sudah ada yang bekerja. Dan semoga cerita saya ini menjadi cerita inspiratif untuk anda, dan percayalah ketika Allah SWT telah mengamahkan kepada kita maka pertahankanlah dan peganglah sekuat-kuatnya amanah tersebut.

Baca juga cerita inspiratif lainnya di cerita dejavu. Semoga bermanfaat!!!

Cerita Inspiratif Terbaru

Cerita dalam hidup itu memang perlu, karena dengan bercerita baik kita mendengarkan ataupun menceritakan cerita kita sendiri dalam hidup ini ternyata kita akan sadar dan membuat kita selau bersyukur karena anugrah kita bisa hidup dan saling berbagi cerita antara kita dengan orang lain bahkan orang-orang yang kita cintai karena cinta mereka yang selalu membuat cinta kita semakin tumbuh dan menjadi cerita inspiratif untuk kita.

Dengan kita berbagi cerita, kita akan hidup selalu dalam kebersamaan, karena dalam hidup kita selalu berdampingan dengan orang lain. Mungkin ketika kita merasa sedih padahal kesedihan itu bukan hanya kita yang merasakan namun ada orang lain yang memiliki kesedihan pula, begitu pun kebahagiaan kita, bukan hanya diri kita sendiri, orang lain pun memiliki kebahagian pula.

Kali ini, kami mencoba mengumpulkan cerita inspiratif yang dapat menggugah hati sahabat dejavu, dan bisa menyimak dari carita mereka dengan penuh inspirasi dan semangat untuk hidup kita. Mari kita simak cerita mereka:

Cerita Inspiratif Terbaru
Cerita Inspiratif Terbaru

Islam mengajarkan tentang amanah sebagaimana yang di ajarkan oleh Rosulullah SAW lewat akhlaknya yang sempurna, salah satunya tentang amanahnya. Bagi saya amanah adalah bisa dipercaya dan menjaga urusan tersebut, Baca Selengkapnya.............. 

Pernikahan adalah idaman untuk sepasang kekasih, sebuah langkah menuju bahtera rumah tangga yang indah di hadapan meraka. Cerita inspiratif cinta ini meceritakan bagaimana keindahan cinta mereka setelah menikah. Kala itu, seroang pria melamar kekasihnya, Baca Selengkapnya.................

Ibu bagi kami adalah bidadari terindah yang tidak bisa di gantikan dengan perhiasaan dunia, walaupun di kumpulkannya banyak perhisan indah seisi dunia, tak bisa menyamai berharganya ibu di mata kami, karena dejarat ibu yang luar biasa, Baca Selengkapnya...............

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk,, Baca Selengkapnya...............

Andri Firmansyah, pria lulusan Universitas Airlangga tahun 2008 mulai bisnis tambal ban sejak 1,5 tahun lalu. Terus apa yang membuat omset usaha tambal ban miliknya ini bisa sampe 1 MILYAR yah? Baca Selengkapnya...............

Semoga setelah membacanya dapat menambah motivasi lewat cerita inspiratif ini untuk hidup sahabat, dan menjadi acuan untuk tetap berusaha dan berfikir positif dalam menjalani kehidupan ini, untuk hidup kita yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik kedepannya.

Kami akan selalu update cerita inspiratif terbaru, baca juga kisah inspiratif dan certia motivasi di situs cerita dejavu.

Aku Rindu Cerita Masa Kecil

Aku tertepa alam yang selalu membawa langkah baru, berliku-liku jalan selalu kuputari melintas di jalan yang baru pula. Meraung suara alam tanda ia gerang karena semakin tua. Entah apa yang mebuatku berpikir kenapa semua ini terjadi? Kenapa aku yang mengalami masa ini dimana peralihan masa menuju pekembangan jaman modern yang semakin hari semakin maju.

Memang memudahkan aku dengan kalian berinteraksi satu sama lain, memudahkan aku berpindah ke suatu tempat tanpa memakan waktu banyak dan banyak lagi kemudahan di jaman ini, namun semua itu terkadang aku rindu masa kecil ku. Dengan kejamnya kau rampas perlahan merenggut budaya kecilku yang di ajarkan oleh nenek moyangku, kau hancurkan dengan kedok halus bernama teknologi, kau bahkan menamakan itu ilmu dan teknologi modern karena manusia harus selalu berkembang.

Tentu tidak bagiku!!! Seharusnya kau kompromi dulu denganku.... kau terlalu egois karena hanya memikirkan yang ada di depan saja dengan kejamnya kadang kau melupakan cerita masa kecilku yaitu masa lalu, masa kecilku.

Aku rindu cerita masa kecil dimana masih banyak anak-anak belajar dan menyatu dengan alam, riang gembira bersama-sama bermain.Menari bersama, bernyanyi bersama, tertawa bahkan sampai menangis karena ulah kekonyolan masa kecil, namun itu bukan kesedihan melainkah kebahagiaan masa kecil. Tanpa ada yang mengajari kita bisa bermain lepas, dan merangkul keakraban kita dengan yang lain hanya dengan kita selalu bersahabat dengan alam sekitar. Alam selalu memberikan kemudahan dan memanjakan kita, terkadang menyuruh kita untuk kreatifitas dengan mengajarkan kita tidak boleh ketergantungan hanya untuk bermain kita bisa menggunakan media apa saja, dan apa saja kita bisa bermain, bahkan tanpa media kita pun masih bisa bermain bersama.

Benar-benar aku rindu masa kecil dan kini hanya terngiang-ngiang kenangan cerita masa kecil, yang di jaman sekarang sedikit sekali anak-anak memainkan permainan jaman kita dulu, bahkan tidak pernah setiap hari aku lihat permainan jaman sekarang di jaman modern ini. Kala ku tanya kepada salah satu anak-anak modern tentang permainan jaman dulua, mereka malah menjawab “Ah... itu permainan kuno sudah tidak musim lagi”. Aku sedih bercampur marah mendengarnya. Mereka yang terlahir di jaman modern ini bahkan tidak tahu permainan ini :
Main Congklak
Main Mandi Parit
Main Ban

Main Panjat Pohon
Main Bola Belken
Main Dorong Mobilan

Main Gasing
Main Gobak Sodor
Main Halma

Main Engklekan
Main Congkrang
Main Gelembung Sabun

Main Layangan
Main Ketapel
Main Petak Umpet

Main Patok Lele
Main Jumpritan
Main Senapan Bambu

Main Pondok
Main Meriam Bambu
Main Ular Naga

Main Tiup Balon
Main Ular Tangga
Main Kelereng

Main Yoyo

Lantas siapa yang harus disalahkan? Owhhh.... tidak ada yang patut kita salahkan, karena ini sudah terjadi dan begitu cepat terjadi, Tuhan sudah mengaturnya sedemikian rupa apa yang di rencanakannya pasti telah di aturnya, bagamana kita manusia, alam, makhluk lainnya yang hidup akan terus berjalan karena titah-Nya dan cerita masa kecil hanyalah cerita masa lalu, yang terkadang bisa kita rindukan di jaman modern ini.

Semoga cerita ini melepas rasa rindu cerita masa kecil kita yang pernah mengalami masa anak-anak dulu yang di jaman modern ini tidak bisa terulang kembali.

Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku

Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku
Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku ternyata bukan aku yang luar biasa tapi adiku.

Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa.

Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar, ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.

Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.

Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya." Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

***

Demikian cerita pendek Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku. Semoga dalam ceritanya memberikan pelajaran yang baik untuk kita dan tulisan ini kami persembahkan untuk sahabat dejavu, selengkapnya baca kumpulan cerita pendek.

Embrio Konsep Cirebon Menuju Smart City

Cirebon Menuju Smart City
Embrio Konsep Cirebon Menuju Smart City

Apa kabs sahabat dejavu?, kali ini postingan tentang cerita pendek yang membahas tentang Cirebon Menuju Smart City, didalamnya menjelaskan apa itu smart city? Apa manfaatntya dan Bagaimana agar Cirebon menjadi Smart City?... Oke yu kita baca selengkapnya cerpen ini.

Cirebon Menuju Smart City - Melangkah lagi jalan berlabuh di kota ini, kota cerita dan kota sejarah di pesisir pantai mengalun indah buih-buih aroma pradaban yang masih kental dengan tradisinya. Iyah... kota yang dulunya tempat para wali meneteskan benih tauhid islamiyah yang kini telah menjadikan kota ini kota wali yaitu kota Cirebon yang mempunyai slogan Kota BERINTAN (Bersih, Indah, Tertib dan Aman).

Namaku Khaelani, asli wong Cirebon. Kala itu aku bersama seorang pria berwajah sedikit bengis namun keliatannya saja bengis tapi ai baik dan peduli soal budaya. Kami duduk bareng di sebuah garis sejarah yang masih terawat rapih yaitu di taman sari gua sunyaragi, dengan panorama puing-puing peninggalan taman ini yang begituh indah. Arsitek bangunan yang hanya satu-satunya di kota Cirebon ini yaitu dengan susunan batu-batu alami yang tersusun rapih.

Subhanallah...” Aku memuji-Nya saat memandang keindahan taman sari gua sunyaragi.
“Bro, sira weruh beli sejarahe taman sari gua sunyaragi kuh? (Kamu tahu engga sejarahnya taman sari gua sunyaragi?)” Kata Klana sahabtku
“Tidak tahu banyak soal sejarahnya, cuman setahu saya tempat ini dahulu di bangun untuk tempat beristirahatnya dan meditasinya sultan Cirebon”
“Betul sekali bro, dan kamu tahu gak kalau nama sunyaragi nya itu berasal dari kata ‘sunya’ yang artinya sepi dan ‘ragi’ yang artinya raga.” Jelas klana

Saat kami sedang asik mengobrol tiba-tiba...
“Frennnn..... Frennnn.... Freennnn....” Suara Panji, kawan kami. Ia datang menghampiri dan mengejutkan kami.
“Ada apa kamu ji, teriak-teriak? Tanyaku
“Ikut saya yu” Jawabnya
“Kemana?”
“Udah pokoknya ikut saja, ada hal penting nih”

Kemudian kami bertiga, aku, klana dan panji meninggalkan serpihan sejarah kota Cirebon Taman Sari Gua Sunyaragi itu padahal aku masih menikmatinya. Aku pergi mengendarai speda motor tua milik Klana dan Panji mengendarai motor kerennya dan memimpin kami pergi kesuatu tempat.

Kami melintasi salah satu istana sejarah peninggalan sultan agung kota Cirebon, yaitu keraton kasepuhan, yang tidak jauh letaknya dari taman sari gua sunyaragi. Oya... di Cirebon itu keraton ada tiga yaitu keraton kasepuhan, keraton kacirebonan dan keraton kanoman, yang masing-masingnya masih kental dengan tradisi dan budaya peninggalannya.

Dan tiba-tiba klana berhenti, kami di ajak mampir dulu disalah satu warung nasi khas Cirebon yaitu sega jamblang.
“Kenapa berhenti disini?” Tanaya Panji.
“Bentar dulu bro aku lapar dari pagi belum makan, ayooo kita makan sega jamlang dulu” Saut Klana, di iringi bunyi perutnya yang terdengar keras
“Iya ji, kasian Klana, kita makan dulu gimana?” Sambungku
“Iya udah deh” Jawab Panji.
“Memangnya mau kemana kita, dari tadi kamu ngajak kita gak jelas mau kemana?” Tanyaku
“Udah pokonya penting dan kalian harus hadir. Udah cepet makannya setelah itu kita pergi, mumpung masih ada waktu nih” Jelas Panji.

Setelah makan sega jamblang kami pun berangkat kembali dan Panji yang tergesa-gesa tiba-tiba handphonya berdering....”Krririiiiinngggg....” sepertinya tanda pesan masuk. Aku paham betul karena sebelumnya Panji sudah menunjukan handphond barunya yang canggih itu padaku, ia membeli seharga Rp.1.999.000, dia juga mendapatkan kartu Smartfren 4G LTE Advanced dengan benefit bonus Kuota 4.5 GB (1.5 GB regular data + 3 GB Internet malam), ditambah lagi ia melakukan Top Up Rp.100 ribu, ia mendapatkan total data hingga 19 GB. Beuhhh... luar biasa kan!!!

“Tuhkan acaranya sudah dibuka” Gaum Panji
“Acara apa si Ji dan itu pesan dari siapa?” Tanyaku
“Ini pesan dari Rumyang, katanya acara sosialisai dan pembekalan warga kota Cirebon sudah dimulai”
“Acara seminar tah?”
“Iya temanya menarik ‘Cirebon Menuju Smart City’, saya ingin sekali mengajak kalian juga kesana“
“siapa yang ngadain acara keren itu bro” Lanjut Klana.
“Temen-temen komunitas Blogger Cirebon warga kreatif asli Cirebon yang ikut berkontribusi dalam kemajuan di wilayah kota dan kabupaten Cirebon salah satunya melalui sarana media sosial, teknologi, dan informatika yang berupa internet. ” Jelas Panji
“Ning Endi tempat acarae si? (Dimana tempatnya?)”
“Di Aston Hotel Cirebon
“Owhh, Hotel berbintang 4 itu, yang memiliki 200 kamar yang dilengkapi fasilitas mewah, yaitu Poolside Cafe, Coffee Shop, Free Wifi di setiap kamar dan semua area hotel, Bar & Lounge with delightful live music, Japanese Restaurant, Virtual Golf, Mini Golf, bicycle pump track, full service spa, well equipped gym dan swimming pool.” Jelasku
“Betul sekaliiiii”
“Kalau begitu ayo kita kemon”

Tak panjang lebar kami langsung melesat..... Ngeeeeeeeeeeeeeeengggggggg..........

Sesampainya disana Alhamdulillah kami masih keburu dan acaranya baru selesai Opening Ceremoy dan materinya akan segera di mulai.
Kami bertemu dengan Rumyang yang dari tadi menunggu kami.
“Bentar bro maen masuk aja... ini acaranya bergengsi kita maen masuk aja, liat tuh ada tiket masuknya.” Ngeluh Klana.
“Saya dan Panji sudah membeli tiket masuknya na, ini ada 4 tiket” Jelas Rumyang.
“Ayoo, sekarang kita masuk” Sambung Panji.

Kemudian Aku, Klana, Panji dan Rumyang masuk dan menghadiri acara tersebut.

Singkatnya setelah beberapa jam acara tersebut selesai kami pulang dengan ilmu yang baru dalam dada kami, begitu membaranya kami generasi muda sebagai penerus peradaban, ingin menerapkan dan merealisasikan apa yang di dapat dalam penerangan seminar tadi melalui penerangan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR Hermanto Dardak. Menurutnya, kota cerdas atau smart city adalah sebuah konsep tatanan kota yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan peforma dan kesejahteraan, mengurangi biaya dan konsumsi sumber daya dan berinteraksi secara lebih efektif dengan para penduduknya. Dengan embrio konsep kota cerdas atau smart city perlu terus dikembangkan dan didesiminasikan, agar ke depan kota-kota di Indonesia menjadi aman, nyaman, produktif dan efisien, serta berkelanjutan khususnya kota Cirebon.

Dan beliau memaparkan 5 poin manfaat konsep Smart City, yaitu;
  1. Sebuah kota akan berkinerja baik dengan berpandangan ke dalam ekonomi, sosial, pemerintahan, mobilitas, lingkungan hidup.
  2. Sebuah kota dapat mengontrol dan mengintegrasi semua infrastruktur termasuk jalan, jembatan, terowongan, rel, kereta bawah tanah, bandara, pelabuhan, komunikasi, air, listrik, dan pengelolaan gedung. Dengan begitu pula dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya serta merencanakan pencegahannya. Kegiatan pemeliharaan dan keamanan dipercayakan kepada penduduknya.
  3. Smart City dapat menghubungkan infrastuktur fisik, infrastruktur IT, infrastruktur social, dan bisnis infrastruktur untuk meningkatkan kecerdasan kota.
  4. Smart City membuat kota lebih efisien dan layak huni.
  5. Penggunaan smart computing untuk membuat smart city dan fasilitasnya meliputi pendidikan, kesehatan, keselamatan umum, transportasi yang lebih cerdas, saling berhubungan dan efisien.
Dan untuk mewujudkan manfaat tersebut maka harus memiliki 6 poin Indikator konsep Smart City, yang baik yaitu;
1. Smart Community (Masyarakat Cerdas)
Masarakat yang cerdas adalah masyarakat yang memiliki sifat kreatifitas dan inovatif. Dan bukan hanya cerdas di pengatahuannya saja secara (IQ), namun juga harus memiliki Emsional Quesion (EQ) dan Spiritual Quesion (SQ).
Masyarakat Cirebon yang kaya akan budaya dan masih kental dengan tradisinya, harus mampu memiliki IQ, EQ dan SQ, agar mampu menyeimbangkan antara budaya lokal dengan budaya modern.

2. Smart Building (Pembangunan Cerdas)
Pembangunan yang cerdas adalah dimana kota Cireon yang tempatnya strategis di pinggir laut dan gunung ciremai juga garis perbatasan antara provinsi jawa barat dengan provinsi jawa tengah, harus memiliki daya kemanfaatan pembangunan yang menunjang akses kota-kota besar ketika melintasi kota Cirebon. Pembangunan yang dirasa memiliki pendapatan untuk daerah dan masyarakat sekitarnya.

3. Smart Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK Cerdas)
Adalah modernisasi kota Cirebon yang mampu memadukan antara kebudayaan dengan teknologi modern. Misalkan memfasilitasi dan dibekali setiap Kelurahan Kota Cirebon dengan IT, agar setiap daerah dapat mempublikasikan informasi budaya lokal setiap kelurahan dengan memanfaatkan teknologi.

4. Smart Green Open Space (Lingkungan Cerdas)
Adalah ruang hijau terbuka, yang mencirikan kota yang sehat. Kota Cirebon dengan penduduknya sekitar 369.255 jiwa, yang masih sedikit sekali dari mereka sadar akan lingkungan. Peran Lingkungan dalam tatanan Kota sangat urgensi, sebagai kota yang sehat dan terlihat secara infrastruktur fisik, serta seperti slogan Kota Cirebon BERINTAN (Bersih, Indah, Tertib dan Aman).

5. Smart Living (Sosial Cerdas)
Sosial cerdas sangat diperlukan untuk kemajuan kota Cirebon, dimana Cirebon yang memiliki identitas budaya yang masih terjaga dan ada dua suku (Jawa dan Sunda), memiliki banyak agama, namun mayoritas agama Islam. Dengan begitu, tingkat kerukunan sosial antar warganya luar biasa terjalin erat, masing-masing daerahnya saling menghargai satu sama lain. Dan siklusnya adalah dimulai dari rukun antar keluarga, antar tetangga, dan antar warga. Maka jika sudah bisa menjaga kerukunan dimuali dari awal, maka hidup cerdas dalam aspek sosial akan baik.

6. Smart Government (Pemerintah Cerdas)
Pemerintah cerdas adalah sebuah kepemerintahan yang memiliki kepercayaan penuh yang diberikan setiap warganya. Trust (kepercayaan) sangat penting dalam memerintah suatu pemerintahan. Warga kota Cirebon yang kebanyakan masih trauma jika mendengar pemerintahan pasti orentasinya adalah politik. Kalau bercermin kepada sejarah kota Cirebon dulu di perintah oleh sultan Agung Sykeh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati), oleh warga Cirebon sangat sepenuhnya percaya kepada Sultan, setiap perintah pasti dengan ikhlas dijalankan warga Cirebon. Kenapa bisa seperti itu, karena Pemerintahanya dan warga Cirebon memiliki rasa saling percaya (trust).

Waahhhh........ semoga kota Cirebon menerapkan konsep tersebut, sehingga apa yang dicita-citakan Cirebon Menuju Smart City dapat terealisasikan.

Dan semoga dengan ceritaku ini para generasi muda ikut berkontribusi untuk kemajuan kota Cirebon khususnya dan umumnya untuk Negara Indonesia. Sebisa dan semampu kita mari kita wujudkan Kota yang kita idam-idamkan, dan lakukanlah hal-hal untuk menunjang itu, namun jangan lakukan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Gage generasi enom kuh... khususe wong cirebon wujudaken kota nu apik. (Ayo generasi Muda khususnya warga Cirebon menuju Smart City).

***

Demikian cerita pendek Embrio Konsep Cirebon Menuju Smart City. Semoga dalam ceritanya memberikan pelajaran yang baik untuk kita dan tulisan ini kami persembahkan untuk sahabat dejavu, selengkapnya baca kumpulan cerita pendek.

Kumpulan Cerita Pendek ter-Update

Kumpulan Cerita Pendek ter-Update - Setiap orang punya cerita kehidupannya masing-masing, baik itu cerita bahagia ataupun cerita sedih dalam hidupnya. Pasti sering kita sendiri dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali mengulang kehidupan kita namun dengan ceita yang berbeda dan itu dilakukan setiap hari, entah berapa kali cerita pendek kita dalam hidup kita sendiri.

Coba kalau kita bisa meluangkan waktu sejenak dan menuangkan cerita-certita kita soal hidup kita sendiri atau pun cerita orang lain kedalam sebuah tulisan dengan bahasa kita sendiri, pasti berapa ribu kata yang kita sudah tulis dan berapa judul cerita pasti sudah banyak, bahkan orang lain jadi tahu cerita hidup kita sendiri dan merupakan contoh pengalaman bagi mereka yang membacanya.


Cerita kita yang tertuang kedalam tulisan bukan hanya untuk diri kita sendiri namun sebagi sumbangsi untuk dunia sastra Indonesia, semakin banyak orang Indonesia memiliki budaya menulis dalam bentuk sastra yaitu salah satunya dalam bentuk cerita pendek atau cerpen, maka Indonesia akan banyak melahirkan generasi-generasi sastrawan muda yang lahir. Karya dan namanya akan terkenang oleh penikmat sastra dan bahkan orang lain akan memeberikan kita penghargaan atas usaha kita bergelut di dunia sastra. Berikut adalah contoh tulisan-tulisan cerita pendek versi Cerita Dejavu :

Kumpulan Cerita Pendek ter-Update
Kumpulan Cerita Pendek ter-Update

Aku Ingin Menjadi Makmum Yang Baik
Rahasia Dibalik Waktu Subuh Part 1
Rahasia Dibalik Waktu Subuh Part 2

Hijab Lebih Indah Dari Permata
Berkibarlah Bendera Indonesia
Bagiku Kakaku Sang Bidadariku
Gara-Gara Facebook Aku Jadi Tahu

Pelukis Gambar Sketsa Wajah
Mahasiswa, Bukan Mahasiwa
al-Quran Adalah Ilmu Dari Segala Ilmu
Fakta-Fakta Unik Soal Kebenaran Islam
Mukjizat Ibadah Umrah dan Air Zam-Zam
Jangan Sia-Siakan Kesempatan Kedua
Cinta Di Atas Islam (Prinsif Wanita Bercadar) Part I
    Cinta Di Atas Islam (Prinsif Wanita Bercadar) Part II


    Cerita Dejavu akan terus berikhtiar untuk membiasakan budaya menulis dan memberikan sumbangsi kepada dunia sastra lewat rangkaian cerita pendek yang di kumpulkan setiap ceritanya, dan memberikan kesempatan kepada para pembaca dan penulis khususnya untuk berbagi ceritanya kepada para pembaca melalui situs ini, yaitu d Kirim Cerita.

    Selain berbagi Cerita Pendek situs ini juga berbagi Cerita Islami, Kisah Insfiratif dan lain sebagainya. Semoga situs Cerita Dejavu dapat memberikan pelayan terbaik dan sumbangsi yang tetap konsisten kepada para pembaca dan dunia sastra Indonesia.

    CINTA DI ATAS ISLAM (Prinsif Wanita Bercadar) Part II

    CINTA DI ATAS ISLAM (Prinsif Wanita Bercadar) Part II
    CINTA DI ATAS ISLAM (Prinsif Wanita Bercadar) Part II

    Penulis: Geucha

    Esoknya , seperti biasa Anisa melakukan shalat Duha rutinnya dan seperti biasa pula disitulah ia bertemu dengan Arman yang tak ingin dia lihat. Ketika Anisa selesai shalat dan hendak kembali kekelas tangan Anisa ditarik oleh Arman inilah pertama kali anggota tubuhnya tersentuh yang menurutnya bukan makhromnya
        “maaf bukan makhromnya!” segera Nisa melepaskan tangannya
        “Nisa tunggu ! Aku mau bicara”
        “akh maaf, aku tak enak jika ketahuan oleh Bela, takut Bela mengira yang tidak – tidak, lagi pula disini hanya ada kita berdua aku takut terjadi fitnah”
        “apa hubungannya dengan Bela aku dan Bela tidak ada apa – apa”
        “Bela itu suka sama kakak, Bela itu teman aku, sahabat aku. Disini kita cuman berdua aku takut dia melihat dan menyangka yang tidak – tidak, maaf ka permisi “
        “Nisa tungggu ..... !!! “
     Anisa yang tak menghiraukan panggilan Arman segara berlari dan meninggalkannya, Arman hanya terdiam dan membisu menyesal tak dapat mengatakan bahwa ia sangat menyukai Anisa.
    “ka... “ tegur Bela yang tiba – tiba muncul
        “Bela?” Arman terkejut melihat Bela yang tak diduga kedatangannya
        “kaget ya ka? Maaf kalo kehadiran Bela buat kakak kaget”
        “ooh, nggak. nggak apa kok”
        “ka, tadi Bela nggak sengaja denger percakapan kakak, Nisa nggak ngerespon ya ka? Mau Bela bantu ? kayanya Nisa juga suka sama kakak tapi nggak enak sama Bela kali ka”
        “nggak usah kok Bel, makasih “ Arman pun meninggalkan Bela, Bela tertunduk air matanya jatuh dari pelupuk matanya jatuh di pipinya yang halus itu. Teringat akan kejadian kemarin saat ia menatakan perasaannya, namun pada akhirnya dia harus kecewa karena orang yang ia suka sudah menyukai orang lain. Yang lebih menyakitkan Bela adalah, Kenapa harus Anisa. Teman sebangku yang ia anggap sahabat terbaik.
        “hhiks, Bela tau ka Bela nggak sempurna seperti Nisa Tapi Bela tulus ka, baru pertama kali ini Bela ngatain suka duluan sama cowok”keluh Bela sambil menatap Arman yang berlalu di depannya dan menghilang.

    Sepulang sekolah Arman menunggu Anisa didekat kelasnya, Nisapun keluar bersama dengan Bela. Bela yang menyadari kehadiran Arman segera menghindar, karena ia tau yang Arman ingin temui adalah Anisa wanita bercadar teman dekatnya yang membuat Arman jatuh hati.
        “Nisa tunggu ! “ sahut Arman
        “ada apa ka ?” jawab Annisa
        “ aku mau bicara sama kamu, tapi berdua”
        “akh tidak ka jika berdua aku nggak mau, takut terjadi fitnah, sama Bela yah”
        “yaa sudah. Langsung saja ya Nis, Nisa aku suka sama kamu dan aku mau kamu jadi pacar aku”

    Bela membelalakan matanya, badannya langsung lemas semakin hancur hatinya dan semakin perih, ingin rasanya ia berteriak sekencang – kencangnya ketika Arman menyatakan perasaannya.
        “tapi ka ....”
        “kenapa? Bela, iya aku tau Nis dia suka aku dia juga sudah mengatakannya tapi aku tak bisa terima, karena aku suka sama kamu, Cuma kamu Nis”
    Anisapun terkejut setelah Arman mengatakan bahwa ia telah menolak Bela.   
    “tidak ka ! meski aku suka kakak, dan Bela sudah kakak tolak tapi aku tak bisa bahagia diatas kepedihan sahabatku. Dalam Islampun tidak mengajarkan berpacaran, maaf ka aku tidak bisa”

    Bela yang mendengar ucapan temannya itu terharu dan memeluk Nisa. Dan Arman hanya terdiam menyadari kenyataan bahwa Annisa telah menolaknya .
        “Nisa maafkan Bela yang udah berprasangka buruk, Bela udah berpikir kamu itu teman makan teman, dan ternyata nggak. maaf ya Nis. Tapi sekarang Bela ikhlas kok kalo kamu mau terima ka Arman”
        “iya Bela maafin aku juga, nggak Bela tetap Nisa nggak bisa”
        “ka Arman maafkann aku, aku nggak bisa. Ka, lebih baik kita berteman saja” lanjutnya
        “iya Nis maaf aku telah memaksa. Tapi adakah alasannya selain itu?”
        “tidak ka tidak ada”
        Esok hari disekolah, sejak tadi Bela mondar – mandir tidak jelas. Terlihat dari mukaanya bahwa ia sedang gelisah, ia gelisah menanti temannya Anisa tak kunjung datang.
        “kok Nisa nggak keliatan ya? Apa dia sakit ? tapi kali ini tak  ada kabar, handphonenya pun tak aktiv”

    Ketika Bela sedang merasa bingung tentang temannya yang tak kunjung datang, ada seorang anak dari kelas lain yang Bela tau, rumahnya dekat dengan rumah Anisa.
        “Bela ini ada surat dari Anisa katanya sampaikan juga surat ini pada ka Arman kalau bisa kalian bacanya bersama begitu katanya”
        “loh memangnya Anisa kemana ?”
        “maaf aku tak bisa memberi tahu ini amanat dari Nisa. Permisi”
    Setelah bell istirahat berbunyi segera saja Bela mencari Arman dengan tergesah – gesah.
        “ka Arman !!!” teriak Bela
        “Bela ? “
        “ka, ini ada surat dari Anisa. Hari ini dia nggak masuk sekolah, Bela nggak tau kenapa? Bela tanya sama yang dititipin surat sama Nisa tapi dia bilang dia nggak bisa jawab apa – apa, amanat Nisa katanya “
        “loh ? kamu tak coba menghubungi HP nya ?”
        “sudah kak, tapi HP nya tidak aktiv”
        “kenapa dia bisa menghilang seperti itu ya ? apa karena kakak kemarin iya Bel ?”
        “mana Bela tahu kak ?”
        “yaa sudah kita baca dulu saja suratnya”
        “iya ka “

    Bela dan Arman pun duduk disebuah taman sekolah, sebelum membuka surat mereka mengucapkan basmalah. Berharap dalam isi surat itu bukan hal yang buruk yang di kabarkan Annisa. Perlahan mereka membuka surat dan membacanya . . .

    Cirebon 18.10.10
    Kpd. Bela dan Ka Arman
    Di tempat 

    Assalamu’alaikum ...
    Maaf Bela sebelumnya aku tidak memberi tahu kamu atas ketidak hadiranku hari ini disekolah dan mungkin untuk selamanya, urusan ayahku di sini sudah selesai lebih awal dan kami kembali pulang kekampung halaman kami.

    Ka Arman ini alasanku kenapa aku tidak dapat menerima kakak, aku memang menyukai kakak dan aku tau kakak sudah tau wajahku di mushalah sekolah, ketika aku hendak berwudhlu. Ka selama aku nggak ada, tolong jaga Bela Putriana Lestari, aku nggak mau terjadi apa – apa pada anak manja ini.
    Dan yang terakhir, aku minta satu permintaan pada kalian berdua. Tolong ini permintaan Anisa Permata Indah yang terakhir pada kalian. Kalian mau kan ? harus mau . . . aku mau kalian jadian, menjadi orang yang saling menyayangi nggak usah peduliin perasaan aku, aku bahagia jika kalian bahagia soal dalam islam tidak ada kata untuk pacaran memang benar tapi asal kalian bisa menjaga dan wajar tidak berlebihan hanya sekedar penyemangat tidak apa kok. Ka Araman tolong sayangi Bela ya, jaga dia dengan baik jangan sakiti dia.

    Mungkin hanya ini yang ingin aku katakan pada kalian aku minta maaf untuk kesekian kalinya jika terselip kata yang mungkin membuat hati kalian sakit entah di sengaja ataupun tidak, Bela kamu akan tetap menjadi teman terbaik aku. Dan ka Arman kau akan selalu ku ingat.
    Salam rindu untuk kalian berdua
    Wassalamu’alaikum ...

    Anisa Permata Indah

    Bela yang membaca surat itu meneteskan air matanya, ia terharu dengan isi surat sahabatnya, sedang Arman hanya bisa menatap surat itu.
    “kita akan kabulin permintaan kamu Nis, makasih ya. Padahal Bela belum memberi ucapan SELAMAT ULANG TAHUN” ucapnya ketika ia sadar bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Annisa.
    “sudah Bela kita relakan kepergian Nisa, semoga dia akan baik – baik saja dalam lindungan Allah”
    “Ammin “
    Akhirnya Bela dan Arman menjalin hubungan yang spesial atas permintaan Anisa kini mereka bahagia.

    Di tempat nan jauh di sana, hati Anisa masih tetap terasa pedih. Tapi dia yakin dengan ini dia akan mendapatkan hal yang terindah dari itu dan baginya, ini adalah pelajaran hidup untuknya.
        “Hidup itu indah dan sakit itu untuk hidup untuk dapat mencapai hal yang indah kita harus merasakan sakit dulu, itulah kata mutiara dari aku, aku Anisa Permata Indah wanita bercadar, bahwasannya setiap manusia itu memiliki hasrat yang sama meski dia seperti ini, seperti aku”  ujarnya dalam hati sambil tersenyum bahagia.

    SELESAI

    Demikian cerita pendek CINTA DI ATAS ISLAM (Prinsif Wanita Bercadar). Semoga dalam ceritanya memberikan pelajaran yang baik untuk kita dan tulisan ini kami persembahkan untuk sahabat dejavu, selengkapnya baca kumpulan cerita pendek.

    FANSPAGE