Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Cerita Inspiratif Keluarga, Keunikan Profesi Suami Istri

Cerita Inspiratif Keluarga, Keunikan Profesi Suami Istri
Membangun bahtera rumah tangga dalam keluarga memang harus memiliki dasar cinta, kasih sayang dan saling melengkapi satu sama lain, rela berkorban dan selalu berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi kebutuhan keluarganya. Cerita inspiratif keluarga ini menceritakan tentang bagaimana perjuangan sepasang suami dan istri dalam keluarganya yang saling membahu dan menggambarkan hal kecil apa yang terjadi dalam sebuah ikan keluarga.

Dari pengalaman Shally seorang mahasiswi yang berangkat menuju kampusnya menggunakan kendaraan umum yaitu bis, menemukan cerita inspiratif keluarga dibalik perjalannya menuju kampus, dimana sorang istrinya menjadi kondektur dan suaminya menjadi supir bis angkutan umum. Ia melihat betapa inspiratifnya seorang wanita yang menjadi kondektur bis, karena tak jarang profesi seperti itu di emban oleh kaum hawa.


Bus berjalan perlahan meninggalkan terminal. Di tengah jalan, tidak seberapa jauh dari pusat perbelanjaan besar, bus berhenti. Kami para penumpang biasa menyebutnya dengan istilah “ngetem” yakni berhenti cukup lama untuk mencari penumpang. Tidak beberapa lama setelah penumpang memenuhi bangku-bangku kosong, bus mulai berjalan perlahan, perlahan, perlahan hingga akhirnya bergerak menjauh. Dengan mantap, sang supir pun menginjak pedal gas dalam-dalam. Tak terasa bus sudah berjalan jauh, tanpa komando dari kondektur.

Hingga suatu ketika penumpang yang duduk di kursi belakang berteriak “Pir, kondekturnya ketinggalan, tuh! Kasihan!! Lumayan jauh. ”

Kami, penumpang yang ada di dalam bus, semua tertawa geli mendengar ucapan itu. Supir buru-buru menghentikan bus, menepi dan menunggu kondektur wanita yang ketinggalan. Cukup lama bus menunggu, kira-kira hampir sepuluh menit-an.

Tiba-tiba dari arah belakang bus, sebuah bajaj meluncur kencang dan berhenti persis di depan bus. Dari dalam Bajaj keluarlah sang wanita yang menjadi kondektur tadi, dengan wajah panik dan ketakutan. Ia segera menghampiri supir bus dan menangis sejadi-jadinya. Sambil mennguncang-guncangkan tubuh sang supir.
“Kamu jahat, jahat sekali! Tinggalin begitu aja! Tau nggak, saya takut, saya panik waktu tahu bus sudah nggak ada. Padahal saya kan lagi bantu nyeberangin penumpang. Apa kamu nggak lihat, gimana sih kamu jadi supir nggak peduli amat?” Kalimat-kalimat itu terus meluncur dari bibir tipis si wanita.

“Sudahlah, ma….! Maafkan saya, saya nggak lihat kalau kamu ada di seberang. Ya udah nggak usah nangis, malu dilihat orang. ” ujar sang supir.

Dari dialog mereka, Shelly dan penumpang lain baru mengetahui bahwa ternyata supir dan kondektur itu adalah pasangan suami isteri. Seorang penumpang yang duduk paling depan dekat supir segera menjadi penengah pertengkaran tersebut.

“Sudah-sudah tidak usah diperpanjang, maafkan saja Bapak, dia mungkin khilaf tidak melihat.” Lerai bapak itu pada si kondektur wanita. “Ibu juga nggak usah dendam, sama-sama cari uang sama-sama kerja untuk anak, pasti ada susah senangnya. ”

“Pak supir juga harus peduli sama isteri jangan cuek, harus lihat keadaan sekitar, jangan main tancap gas aja!” ujar si bapak tadi menasehati supir.

Akhirnya pertengkaran pun berakhir, mereka saling bersalaman dan berpelukan. Kami semua para penumpang segera bertepuk tangan dan terharu melihat sikap mereka. Dalam hati Shelly merasa bahwa mereka benar-benar pasangan yang cukup kompak, bahu membahu dalam mencari nafkah untuk keluarga dan mudah memaafkan satu sama lain, mau mengerti keadaan masing-masing dan tidak pantang menyerah.

Satu lagi pelajaran hidup yang bisa dipetik oleh Shelly sebagai calon ibu muda adalah bahwa siapa pun dirinya, kelak jika ia telah menikah nanti ia harus bisa bersikap tenggang rasa, tolong menolong dan saling memahami dalam setiap situasi apa pun. Jangan pernah sombong, egois dan merasa lebih tinggi dari pasangannya. Segala upaya untuk menafkahi keluarga harus dilakukan dengan kerja keras, pantang menyerah, disiplin dan ikhlas. Itu kunci utamanya., bisik Shelly dalam hati.

Ia sangat salut kepada pasangan supir dan kondektur tadi, karena meskipun kehidupan mereka, kemungkinan sering diwarnai dengan pertengkaran-pertengakaran kecil, namun hal itu tidak mengurangi rasa kompak mereka sebagai pasangan suami isteri. Justru pertengkaran kecil itulah yang menjadi bumbu-bumbu manis dalam menciptakan bangunan rumah tangga.
Dengan begitu, masing-masing pasangan akan lebih memahami karakter, kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga di masa mendatang mereka bisa lebih memperbaiki diri. Membuat diri lebih siap menghadapi masalah-masalah kehidupan yang serius, mendidik anak-anak yang berbakti pada orang tua dan menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Ibarat pepatah, rumah tangga yang datar-datar saja dan tidak diwarnai dengan sedikit pertengkaran-pertengkaran kecil layaknya sayur tanpa garam.

Demikian cerita inspiratif keluarga istri yang terlupakan, semoga apa yang terkandung dalam cerita tersebut menjadi inspiratif untuk kita semua. Baca juga yang cerita inspiratif lainnya, dan kisah inspiratif, cerita motivasi di cerita dejavu.

Cerita Inspiratif Tentang Ibu

Cerita Inspiratif Tentang Ibu
Ibu bagi kami adalah bidadari terindah yang tidak bisa di gantikan dengan perhiasaan dunia, walaupun di kumpulkannya banyak perhisan indah seisi dunia, tak bisa menyamai berharganya ibu di mata kami, karena dejarat ibu yang luar biasa berkorban demi anaknya dari mulai ia mengandung, melahirkan samapai mebesarkan anaknya dan mendidik anaknya agar bisa hidup mandiri kelak. Kami akan menggambarkan lewat cerita inspiratif tentang ibu dan bagaimana pengorbannanya terhadap anaknya.

Lewat cerita ini menggambarkan betapa besar pengorbanan ibu terhadap anaknya, walaupun anaknya sudah bisa hidup mandiri sekali pun tetapi rasa sayang ibu terhadap anaknya masih kuat melekat di dalam hati, cerita inspiratif tentang ibu yang bisa disimak dibawah mesipun fikitif namun betapa besar drajat ibu diantara mahluk lainnya.

Sekalipun kehidupan anaknya buruk namun bagi ibu tetap saja ia anaknya, sekalipun detik-detik terakhir anaknya akan menghadapi kematian, seorang ibu akan rela berkorban dan berjuang untuk menolong anaknya semampunya walau pun secara akal itu tidak mungkin di lakukan namun bisa saja hal itu terjadi atas peruang seorang ibu. Ibu akan rela mengorbankan hidupnya demi anaknya, ia rela mengganti nyawanya demi menyelamatkan anaknya.

Cerita inspiratif tentang ibu :

Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang ibu dan anak laki laki satu satunya, sementara suaminya telah lama meninggal karena sakit. Anak lelaki itu sayangnya mempunyai perilaku buruk, tukang bikin onar, melakukan berbagai tindak kriminal dan semacamnya. Sang ibu beberapa kali menasehati agar anaknya tidak melakukan berbagai hal buruk lagi, namun sayang semua itu tidak didengar.

Sampai suatu saat, si anak melakukan perampokan dan pembunuhan secara sadis. Masyarakat yang sudah geram dengan tingkahnya segera menangkapnya dan menyerahkan pada sang raja untuk diberi hukuman. Setelah berbagai pertimbangan dan laporan dari masyarakat, akhirnya diputuskan si anak akan dihukum mati.

Mendengar anaknya akan dihukum mati, sang ibu langsung menemui raja, walau seburuk apapun prilaku anaknya, kasih sayangnya tak pernah hilang.

Dihadapan raja, sang ibu bersimpuh dan bersujud memohon pengampunan. raja bukannya tak kasihan atau iba pada ibu itu namun kesalahan anak sang ibu sudah terlalu besar, oleh karena itu dengan meminta maaf pada ibu itu, raja mengatakan tak bisa memberi pengampunan, anak sang ibu tetap akan dihukum mati besok pagi tepat saat lonceng kerajaan pertama kali berbunyi.

Keesokan pagi semua orang sudah berkumpul dilapangan untuk menyaksikan jalannya hukuman mati mereka hanya tinggal menunggu lonceng kerajaan dibunyikan.

Namun aneh, sudah lewat beberapa menit dari waktu seharusnya, tetapi lonceng tak juga berbunyi. Maka raja dan beberapa orang segera memeriksa kenapa lonceng tak juga berbunyi.
Di menara lonceng, petugas yang seharusnya membunyikan lonceng juga merasa heran, ia sudah menarik tali lonceng beberapa kali namun tak ada suara nyaring yang keluar. raja kemudian memerintahkan seseorang untuk naik memeriksa lonceng.

Belum juga lonceng diperiksa, tiba tiba dari tali lonceng mengalir darah segar. Dan ketika diperiksa ternyata darah itu berasal dari ibu si terhukum mati, ia mengikatkan diri di bandul lonceng, sehingga ketika tali ditarik, kepalanya lah yang menghantam dinding lonceng. ia melakukan itu semua sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan anaknya walalupun hanya beberapa menit.

Sang anak meraung raung menangis menyesali semua perbuatannya, dan besarnya kasih sayang ibunya walaupun ia sering berbuat jahat.

Hari itu tak ada seorangpun yang tak meneteskan air mata.

Semoga cerita inspiratif tentang ibu ini menumbuhkan rasa cinta kita kepada Ibu, betapa besar pengorbanannya kepada kita selaku anaknya. Dan lewat situs cerita dejavu, kami akan selalu mnyajikan cerita inspiratif lainnya, juga cerita motivasi dan kisah inspiratif lainnya.

Cerita Inspiratif Cinta Aku Apa Adanya

Cerita Inspiratif Cinta Aku Apa Adanya
Pernikahan adalah idaman untuk sepasang kekasih, sebuah langkah menuju bahtera rumah tangga yang indah di hadapan meraka. Cerita inspiratif cinta ini meceritakan bagaimana keindahan cinta mereka setelah menikah. Kala itu, seroang pria melamar kekasihnya. Dengan penuh bahagia kekasihnya berbunga-bungan hatinya dan meluap kebahagiaannya karena apa yang telah di idam-idamkan kini akan terjadi.

Setelah lamaran, berlangsunglah acara sakral pengikat dua insan manusia yang saling mencintai satu sama lainnya yaitu pernikahan. Dan orang-orang yang hadir pun turut serta merasakan kebahagian saat itu. Memang sungguh indah detik-detik dimana berlangsungnya pernikahan dengan ikatan cinta, yang membuat rasa haru, sedih, bahagia dan semua perasaan bercampur aduk yang dirasakan bukan hanya kedua mempelai namun orang-orang yang hadir dan menyaksikan acara pernikahan.

Pria tersebut telah menjadi sorang suami dan kekasihnya kini telah menjadi istrinya.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel tentang cerita inspiratif cinta di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia" Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya sesuai dengan panduan dalam majalah cerita inspiratif cinta untuk pernikahan. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman.

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. "Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan" jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Lalu suaminya menunjukan kertas kepada istrinya, “Lho ko kosong? Mana catatannya?” tanay istri. Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang"

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya, Ia menunduk dan menangis.

Demikian cerita inspiratif cinta aku apa adanya. Semoga dapat memberikan pelajaran dari cerita tersebut dan mampu menambah motivasi dan menghadirkan cinta yang selalu bersemi antara suami dan istri. Baca pula cerita inspiratif lainnya di cerita dejavu.

Cerita Isnpiratif Islami, Supir Pengasuh Puluhan Anak

Cerita Isnpiratif Islami, Supir Pengasuh Puluhan Anak
Islam mengajarkan tentang amanah sebagaimana yang di ajarkan oleh Rosulullah SAW lewat akhlaknya yang sempurna, salah satunya tentang amanahnya. Bagi saya amanah adalah bisa dipercaya dan menjaga urusan tersebut, contohnya karena saya seorang muslim dan amanah saya yang di serahkan kepada saya yaitu Islam, dan Islam itu bagi saya adalah kasih sayang, karena saya selalu bersyukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan kepada saya.

Cerita inspiratif Islami saya adalah meskipun saya seorang supir, dengan penghasilan yang tidak seberapa, saya di amahin untuk ngurus empat orang anak saya di tambah satu anak angkat saya dan terus bertambah dua anak yatim yang di asuh saya pada waktu itu. Bahkan sampai pernah saya mengasuh empat puluh dua anak di tempat namun sekarang ini tempat pengasuhan saya ada sekitar dua puluh tujuh anak.

Kalau dilihat dari penghasilah saya untuk mengasuh anak-anak saya itu tidak masuk akal karena penghasilan saya hanya seorang supir tetapi karena saya percara Allah maha kaya, Allah maha kuasa, semua anak-anak asuhan saya bisa terurus.

Pernah waktu itu saya sempat putus asa dalam mengasuh anak, karena ada lima anak asuhan saya yang bandelnya minta ampun, disuruh mandi susah banget, dan akhirnya saya berfikir untuk mengembalikan ke keluarganya, namun disinilah cerita inspiratif islami saya yaitu sebelum rencana pengembalian itu terlaksana, malah saya di titipin lagi tujuh anak sekaligus. Lalu saya merasa dan mendapat hidayah bahwasanya sekarang Allah masih percaya kepada saya untuk mengasuh anak-anak, dengan buktinya belum sempat saya mengembalikan kelima anak malah Allah mengirimkan kepada saya tujuh anak sekaligus dan inilah saya merasa amanah yang Allah berikan kepada saya harus saya pertahankan dan menjaganya.

Semakin anak-anak asuhan banyak ternyata membutuhkan biaya yang banyak pula, sementara penghasilan saya pas-pasan, akhirnya saya sama istri menjual aset keluarga, awalny istri merasa keberatan namun saya bujuk terus dengan cerita inspiratif islami untuk menggugah hati istri saya. Setelah terbujuk istri saya akhirnya mau menjual aset keluarga yaitu tanah, dan setelah terjual ternyata itu masih tidak cukup juga untuk menghidupi anak asuhan saya sehingga banyak aset-aset keluarga yang terjual demi menghidupi anak asuhan saya namun tetap tidak henti-hentinya biaya pengeluaran untuk hidup anak asuhan saya. Lalu disaat aset kami mulai habis dan tidak ada lagi yang bisa kami jual, disinilah kemurahan Allah yang maha kaya. Kala itu, saya berjumpa dengan H. Ahmad pengusaha matrial  ia membiayai semuanya kehidupan anak-anak asuhan kami dan ia pun yang membantu saya untuk mendirikan lembaga “Panti Asuhan”.

Alhamdulillah akhirnya dengan kebesaran Allah panti asuhan saya semenjak di jadikan lembaga banyak donasi yang mau membantu kami, dan aset-aset keluarga kami pun perlahan-lahan mulai kembali, seperti tanah, rumah, perabotan dan lain sebagainya. Dan sekarang ini, anak asuhan kami sudah ada yang bisa sekolah samapi kuliah dan sudah ada yang bekerja. Dan semoga cerita saya ini menjadi cerita inspiratif untuk anda, dan percayalah ketika Allah SWT telah mengamahkan kepada kita maka pertahankanlah dan peganglah sekuat-kuatnya amanah tersebut.

Baca juga cerita inspiratif lainnya di cerita dejavu. Semoga bermanfaat!!!

Cerita Inspiratif Terbaru

Cerita dalam hidup itu memang perlu, karena dengan bercerita baik kita mendengarkan ataupun menceritakan cerita kita sendiri dalam hidup ini ternyata kita akan sadar dan membuat kita selau bersyukur karena anugrah kita bisa hidup dan saling berbagi cerita antara kita dengan orang lain bahkan orang-orang yang kita cintai karena cinta mereka yang selalu membuat cinta kita semakin tumbuh dan menjadi cerita inspiratif untuk kita.

Dengan kita berbagi cerita, kita akan hidup selalu dalam kebersamaan, karena dalam hidup kita selalu berdampingan dengan orang lain. Mungkin ketika kita merasa sedih padahal kesedihan itu bukan hanya kita yang merasakan namun ada orang lain yang memiliki kesedihan pula, begitu pun kebahagiaan kita, bukan hanya diri kita sendiri, orang lain pun memiliki kebahagian pula.

Kali ini, kami mencoba mengumpulkan cerita inspiratif yang dapat menggugah hati sahabat dejavu, dan bisa menyimak dari carita mereka dengan penuh inspirasi dan semangat untuk hidup kita. Mari kita simak cerita mereka:

Cerita Inspiratif Terbaru
Cerita Inspiratif Terbaru

Islam mengajarkan tentang amanah sebagaimana yang di ajarkan oleh Rosulullah SAW lewat akhlaknya yang sempurna, salah satunya tentang amanahnya. Bagi saya amanah adalah bisa dipercaya dan menjaga urusan tersebut, Baca Selengkapnya.............. 

Pernikahan adalah idaman untuk sepasang kekasih, sebuah langkah menuju bahtera rumah tangga yang indah di hadapan meraka. Cerita inspiratif cinta ini meceritakan bagaimana keindahan cinta mereka setelah menikah. Kala itu, seroang pria melamar kekasihnya, Baca Selengkapnya.................

Ibu bagi kami adalah bidadari terindah yang tidak bisa di gantikan dengan perhiasaan dunia, walaupun di kumpulkannya banyak perhisan indah seisi dunia, tak bisa menyamai berharganya ibu di mata kami, karena dejarat ibu yang luar biasa, Baca Selengkapnya...............

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk,, Baca Selengkapnya...............

Andri Firmansyah, pria lulusan Universitas Airlangga tahun 2008 mulai bisnis tambal ban sejak 1,5 tahun lalu. Terus apa yang membuat omset usaha tambal ban miliknya ini bisa sampe 1 MILYAR yah? Baca Selengkapnya...............

Semoga setelah membacanya dapat menambah motivasi lewat cerita inspiratif ini untuk hidup sahabat, dan menjadi acuan untuk tetap berusaha dan berfikir positif dalam menjalani kehidupan ini, untuk hidup kita yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik kedepannya.

Kami akan selalu update cerita inspiratif terbaru, baca juga kisah inspiratif dan certia motivasi di situs cerita dejavu.

Aku Rindu Cerita Masa Kecil

Aku tertepa alam yang selalu membawa langkah baru, berliku-liku jalan selalu kuputari melintas di jalan yang baru pula. Meraung suara alam tanda ia gerang karena semakin tua. Entah apa yang mebuatku berpikir kenapa semua ini terjadi? Kenapa aku yang mengalami masa ini dimana peralihan masa menuju pekembangan jaman modern yang semakin hari semakin maju.

Memang memudahkan aku dengan kalian berinteraksi satu sama lain, memudahkan aku berpindah ke suatu tempat tanpa memakan waktu banyak dan banyak lagi kemudahan di jaman ini, namun semua itu terkadang aku rindu masa kecil ku. Dengan kejamnya kau rampas perlahan merenggut budaya kecilku yang di ajarkan oleh nenek moyangku, kau hancurkan dengan kedok halus bernama teknologi, kau bahkan menamakan itu ilmu dan teknologi modern karena manusia harus selalu berkembang.

Tentu tidak bagiku!!! Seharusnya kau kompromi dulu denganku.... kau terlalu egois karena hanya memikirkan yang ada di depan saja dengan kejamnya kadang kau melupakan cerita masa kecilku yaitu masa lalu, masa kecilku.

Aku rindu cerita masa kecil dimana masih banyak anak-anak belajar dan menyatu dengan alam, riang gembira bersama-sama bermain.Menari bersama, bernyanyi bersama, tertawa bahkan sampai menangis karena ulah kekonyolan masa kecil, namun itu bukan kesedihan melainkah kebahagiaan masa kecil. Tanpa ada yang mengajari kita bisa bermain lepas, dan merangkul keakraban kita dengan yang lain hanya dengan kita selalu bersahabat dengan alam sekitar. Alam selalu memberikan kemudahan dan memanjakan kita, terkadang menyuruh kita untuk kreatifitas dengan mengajarkan kita tidak boleh ketergantungan hanya untuk bermain kita bisa menggunakan media apa saja, dan apa saja kita bisa bermain, bahkan tanpa media kita pun masih bisa bermain bersama.

Benar-benar aku rindu masa kecil dan kini hanya terngiang-ngiang kenangan cerita masa kecil, yang di jaman sekarang sedikit sekali anak-anak memainkan permainan jaman kita dulu, bahkan tidak pernah setiap hari aku lihat permainan jaman sekarang di jaman modern ini. Kala ku tanya kepada salah satu anak-anak modern tentang permainan jaman dulua, mereka malah menjawab “Ah... itu permainan kuno sudah tidak musim lagi”. Aku sedih bercampur marah mendengarnya. Mereka yang terlahir di jaman modern ini bahkan tidak tahu permainan ini :
Main Congklak
Main Mandi Parit
Main Ban

Main Panjat Pohon
Main Bola Belken
Main Dorong Mobilan

Main Gasing
Main Gobak Sodor
Main Halma

Main Engklekan
Main Congkrang
Main Gelembung Sabun

Main Layangan
Main Ketapel
Main Petak Umpet

Main Patok Lele
Main Jumpritan
Main Senapan Bambu

Main Pondok
Main Meriam Bambu
Main Ular Naga

Main Tiup Balon
Main Ular Tangga
Main Kelereng

Main Yoyo

Lantas siapa yang harus disalahkan? Owhhh.... tidak ada yang patut kita salahkan, karena ini sudah terjadi dan begitu cepat terjadi, Tuhan sudah mengaturnya sedemikian rupa apa yang di rencanakannya pasti telah di aturnya, bagamana kita manusia, alam, makhluk lainnya yang hidup akan terus berjalan karena titah-Nya dan cerita masa kecil hanyalah cerita masa lalu, yang terkadang bisa kita rindukan di jaman modern ini.

Semoga cerita ini melepas rasa rindu cerita masa kecil kita yang pernah mengalami masa anak-anak dulu yang di jaman modern ini tidak bisa terulang kembali.

Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku

Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku
Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi." Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku ternyata bukan aku yang luar biasa tapi adiku.

Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!" Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.." Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa.

Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar, ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku." Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.

Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.

Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya." Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

***

Demikian cerita pendek Bukan Aku yang Luar Biasa Tapi Adiku. Semoga dalam ceritanya memberikan pelajaran yang baik untuk kita dan tulisan ini kami persembahkan untuk sahabat dejavu, selengkapnya baca kumpulan cerita pendek.

FANSPAGE